Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Direktur: RSUD Yowari harus memiliki IPAL
  • Senin, 12 Juni 2017 — 18:03
  • 1107x views

Direktur: RSUD Yowari harus memiliki IPAL

IPAL dibutuhkan sesuai dengan surat edaran dari Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Nomor: .H K. 02.02/III/0670/2017 tentang Perizinan Rumah Sakit.
Pembuangan limbah RSUD Yowari di samping rumah sakit - Jubi / Yance Wenda.
Yance Wenda
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Sentani, Jubi - Direktur RSUD Yowari dr. Mickhael Demetowu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jayapura selaku pemilik RSUD harus menganggarkan dana untuk pengadaan IPAL atau alat penetralisir limbah bekas pakai rumah sakit.
 
IPAL dibutuhkan sesuai dengan surat edaran dari Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Nomor: .H K. 02.02/III/0670/2017 tentang Perizinan Rumah Sakit.
 
“Permasalahan yang kita alami di rumah sakit ini, Instalasi Penjernihan Air Limbah (IPAL) belum ada, kalau diajukan ke Jakarta persyaratannya cukup banyak,” katanya kepada Jubi, Senin (12/6/2017).
 
Ia berharap, Pemkab dapat memberikan perhatian karena pengadaan IPAL cukup mahal. Diperkirakan untuk pembuatan mesin IPAL membutuhkan sekitar Rp2 miliar hingga Rp3,5 miliar. Meski mahal, itu wajib diadakan di rumah sakit.
 
“Untuk beroperasinya suatu RSUD harus ada sertifikat tanah, izin mendirikan bangunan (IMB), dan IPAL, ini persyaratan dasar, baru akan keluar izin operasional RSUD, nah sekarang sertifikat dan IMB masih di pemda dan IPAL sendiri belum ada sejak RSUD ini didirikan,” ucapnya.
 
Karena tidak ada IPAL, tambahnya, mengakibatkan pencemaran lingkungan. Sampah medis dari RSUD terdiri dari dua bagian, sampah padat dan sampah kering.
 
“Karena tidak ada alat IPAL ini berarti RSUD sudah mengakibatkan pencemaran lingkungan, sampah padat bisa dibakar pada alat insinerator, tapi untuk yang cair harus ada alat IPAL ini,” katanya.
 
Ia juga menegaskan, pendirian IPAL di RSUD sangat penting karena menjadi syarat mendapatkan izin.
 
Cisilia mengatakan, RSUD Yowari memang harus memiliki IPAL, jika tidak akan berdampak pada potensi pencemaran virus dari limbah rumah sakit.
 
“RSUD yang tidak memiliki IPAL jelas akan berbahaya terhadap lingkungan sekitar, limbah bekas pakai rumah sakit itu kan virus,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tanpa air bersih, penghuni asrama Paniai terserang penyakit kulit

Selanjutnya

Wali Kota Jayapura gelar pertemuan dengan kepala Puskesmas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe