Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Nasi kuning, peluang bisnis yang menjanjikan
  • Senin, 12 Juni 2017 — 18:07
  • 2334x views

Nasi kuning, peluang bisnis yang menjanjikan

Pedagang nasi kuning Ny. Sumiatih ketika berbincang dengan Jubi, Selasa (12/6/2017) mengatakan, nasi kuning merupakan makanan yang disukai hampir semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Maka jualan nasi kuning merupakan pilihan paling tepat.
Ny. Sumiatih, kanan sedang menunduk, melayani pembeli nasi kuning di pasar tradisional Enarotali, Paniai, Selasa (12/6/2017) – Jubi/Abeth You.
Abeth You
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
 
Paniai, Jubi - Banyak orang memilih menu sarapan yang praktis dan cepat saji karena pada pagi hari orang-orang tidak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan sarapan sendiri. Karena itulah jualan nasi kuning menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di pasar.

Pedagang nasi kuning Ny. Sumiatih ketika berbincang dengan Jubi, Selasa (12/6/2017) mengatakan, nasi kuning merupakan makanan yang disukai hampir semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Maka jualan nasi kuning merupakan pilihan paling tepat.
“Saya sudah menjual nasi kuning di Pasar Enarotali, Paniai ini sejak dua tahun lalu, saya jual pagi hari, ya pembeli cukup banyak, menunya nasi ikan goreng, ayam kuah, dan ayam goreng, harganya sama Rp10 ribu,” cerita Ny. Sumiatih.
 
Menurut warga Makassar yang sudah 15 tahun tinggal di Paniai ini, tiap hari ia bisa meraup uang hingga jutaan rupiah. Uang tersebut diperuntukan membiayai rumah tangganya, terlebih biayai anak sekolahnya.
 
“Satu hari saya biasa dapat Rp3 juta, itu minimal, tapi kalau ramai itu uang yang saya dapatkan bisa mencapai Rp5 juta, jadi satu bulan itu saya bisa dapatkan Rp100 juta,” ujarnya enteng.
 
Memilih lokasi dagang di pasar karena sering digunakan sebagai tempat penjualan dan pusat lalu lalang.
 
“Alasan utama saya memilih menjual pagi hari karena biasanya warga akan keluar mencari makan, dan tentu saja karena harganya yang terjangkau,” imbuhnya.
 
Sementara Emanuel, pembeli nasi kuning mengaku, dirinya sering membeli karena selain harga yang relatif murah juga karena kelezatannya.
 
“Lezat, juga nasinya banyak, daripada tempat jual nasi kuning yang lain, juga sering saya bon di sini,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Udang Paniai mirip kepiting, nelayan bisa raup uang dari wisatawan

Selanjutnya

Harga beras di Pasar Enarotali masih stabil

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9474x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6372x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6013x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4563x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe