Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Maluku
  3. BPBD Ambon kehabisan terpal
  • Senin, 12 Juni 2017 — 18:16
  • 2294x views

BPBD Ambon kehabisan terpal

Ambon, Jubi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon kehabisan persediaan terpal setelah memenuhi permintaan masyarakat yang rumahnya terancam longsor.
Ilustrasi. Jubi/Tribunnews.com
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Ambon, Jubi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon kehabisan persediaan terpal setelah memenuhi permintaan masyarakat yang rumahnya terancam longsor.

"Persediaan terpal habis sejak pagi hari karena tidak putus-putusnya melayani permintaan masyarakat," kata salah satu staf BPBD kota Ambon, Ny. Beti di Ambon, Senin, (12/6/2017).

Permintaan warga yang rumahnya rawan bencana tanah longsor di Pulau Ambon terbilang cukup banyak sehingga dalam waktu satu hingga dua pekan, pihak BPBD sudah kehabisan persediaan terpal.

Akibatnya, kata Bety, warga yang datang ke kantor BPBD meminta terpal, tidak dapat lagi dilayani.

"Kami belum dapat memastikan kapan ada penambahan stok terpal yang baru, karena intensitas curah hujan masih cukup tinggi dan berlangsung setiap hari," ujarnya.

Permintaan terpal oleh warga yang paling banyak adalah sejak 9 Juni 2017, di mana hujan yang berlangsung terus-menerus selama dua hari dan terjadi bencana longsor mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan lainnya luka-luka.

Lokasi tanah longsor ada pada beberapa titik di Pulau Ambon seperti Karangpanjang, Batugajah, Batumerah, Kebuncengkih, dan Waiheru.

Saat ini BPBD Kota Ambon hanya bisa melayani warga yang membutuhkan karung guna diisi matrial pasir atau tanah, tetapi untuk terpal tidak bisa terlayani.

Kepala Kelurahan Karangpanjang, Max Rosely mengatakan telah berkoordinasi dengan seluruh ketua RW dan RT mengimbau warga mereka yang rumahnya terancam longsor segera melapor.

Sebab di lokasi ini terjadi musibah bencana longsoran bronjong setinggi 40 meter yang menyebabkan Ny. Feno Leiwakabessy meninggal dunia dan suaminya Nus Tapilatu menderita luka-luka pada 8 Juni 2017.(*)
 

loading...

#

Sebelumnya

Peninggalan Jepang di Pulau Meti tidak terawat

Selanjutnya

Pembangunan rel kereta api di Halmahera belum layak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe