Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Lahan SD YPK Onomi dibayar usai pengukuran tanah
  • Senin, 12 Juni 2017 — 18:19
  • 1254x views

Lahan SD YPK Onomi dibayar usai pengukuran tanah

Sekolah ini dipalang pada Senin (29/5/2017) karena dinilai tak memberikan ganti rugi, padahal sudah beroperasi sejak 57 tahun lalu. Pemalangan tersebut mengakibatkan aktivitas belajar mengajar terhenti. Setelah melayangkan surat kepada pemerintah setempat, tanggal 19 Mei 2017 dilakukan rapat. Alhasil Pemerintah daerah menyebutkan, persoalan sekolah ini merupakan urusan pihak YPK.
Proses kesepakatan yang dilakukan di pihak Yayasan dan pemilik hak ulayat – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
 
Sentani, Jubi – Surat pelepasan tanah atas nama Adolof Yoku, selaku pemilik sertifikat tanah lokasi SD YPK Onomi Felafauw Sentani, sudah dilepas melalui kesepakatan bersama di para-para adat Ondoafi Ifar Besar, Franz Alberth Joku beberapa waktu lalu. Proses pembayarannya pun akan dilakukan setelah pengukuran luas tanah.
 
“Tanah ini milik Bapak Adolof Yoku berdasarkan sertifikat yang dimiliki dan sudah ada kesepakatan bersama dalam pertemuan di para-para adat beberapa waktu lalu. Selanjutnya pihak Yayasan YPK akan meminta Dispenda untuk menetapkan harga dengan pengukuran luas lahan yang digunakan. Selanjutnya yayasan dan Gereja akan membayar tanah tersebut,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam ketika ditemui Jubi di Sentani, Senin (12/6/2017).
 
Sekolah ini dipalang pada Senin (29/5/2017) karena dinilai tak memberikan ganti rugi, padahal sudah beroperasi sejak 57 tahun lalu. Pemalangan tersebut mengakibatkan aktivitas belajar mengajar terhenti. Setelah melayangkan surat kepada pemerintah setempat, tanggal 19 Mei 2017 dilakukan rapat. Alhasil Pemerintah daerah menyebutkan, persoalan sekolah ini merupakan urusan pihak YPK.
 
Pemilik sertifikat tanah SD YPK Onomi, Adolof Yoku mengatakan, pihaknya hanya menunggu yayasan untuk melakukan pengukuran tanah tersebut.
 
“Sebagai lahan yang di atasnya berdiri fasilitas pendidikan. Kami sebagai pemilik hak ulayat sebenarnya tidak keberatan. Hanya saja penggunaan lahan ini cukup lama dan kapan ada ganti rugi atau kompensasi terkait hak kami yang sudah digunakan puluhan tahun,” kata Adolof, Senin, 12 Juni 2017. (*)
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pansus akan koordinasi dengan KPU Papua soal PSU

Selanjutnya

Bupati Jayapura serahkan LKPD kepada DPRD 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe