Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator menduga ada skenario gagalkan perdasus kependudukan
  • Selasa, 13 Juni 2017 — 09:00
  • 1341x views

Legislator menduga ada skenario gagalkan perdasus kependudukan

Ia mengatakan, perdasus kependudukan itu sudah ditetapkan anggota DPR Papua periode sebelumnya sebagai satu produk hukum. Namun seakan ada berbagai pihak yang tidak sejalan lantaran menilai perdasus itu tidak berpihak pada penduduk non Papua. Padahal aturan itu sudah melalui kajian, studi banding dan tahapan lainnya, hingga ditetapkan.
Ilustrasi Arus Migrasi Masuk ke Papua - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
Editor : Dominggus Mampioper

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi - Wakil Ketua Komisi V DPR Papua yang membidangi kependudukan, Nioluen Kotouki menduga, ada skenario menggagalkan implementasi Perdasus Nomor 16 Tahun 2008 tentang pengendalian penduduk di Papua yang telah disahkan pihak legislatif beberapa tahun lalu.

Ia mengatakan, perdasus kependudukan itu sudah ditetapkan anggota DPR Papua periode sebelumnya sebagai satu produk hukum. Namun seakan ada berbagai pihak yang tidak sejalan lantaran menilai perdasus itu tidak berpihak pada penduduk non Papua. Padahal aturan itu sudah melalui kajian, studi banding dan tahapan lainnya, hingga ditetapkan.

"Kami menduga ada persekongkolan di dalam pihak eksekutif sendiri untuk menggagalkan penerapan perdasus ini. Perdasus ini sudah ditetapkan, tinggal sosialisasi tapi hingga kini tidak berjalan. Penjelasan dari dinas tidak substansial," kata Kotouki menjawab pertanyaan Jubi, Senin (12/6/2017).

Menurutnya, isi Perdasus itu menjabarkan UU Nomor 21 Tahun 2001, tentang Otsus Papua. Beberapa pasal di dalamnya sangat krusial karena bicara masalah orang asli Papua.

"Dinas kependudukan tidak pernah mensosialisasikan perdasus ini. Penduduk yang datang ke Papua inikan tidak terkontrol. Sekarang dampaknya kepada orang asli Papua. Sudah ada niat baik, tapi dinas terkait tidak menganalisa dan menterjemahkan ini," ujarnya.

Katanya, kedepan Komisi V akan mengundang dinas terkait dan mendorong agar perdasus kependudukan segera disosialisasikan.

"Perdasus ini bertujuan baik untuk orang asli Papua. Akan berdampak kepada kesejahteraan orang asli Papua hingga politik. Kalau masalah pendanaan untuk sosialisasi, kami bisa dorong. Tapi memang kami lihat ada yang bermain. Kami harap gubernur jeli melihat ini. Perdasus ini sebenarnya diskriminasi positif. Mereka yang tidak mau perdasus ini dilaksanakan, yang mendiskriminasi UU Otsus karena ini amanat Otsus," katanya.

Sementara anggota Komisi V, Natan. Pahabol mengatakan, bicara kependudukan, berkaitan erat dengan proteksi atau keselamatan orang Papua. Penduduk di Papua harus diatur secara baik.

“Dalam Perdasus itu aturannya sudah jelas, hanya pelaksaannya yang lemah dari pemerintah. Pengecekan kependudukan harus diperketat," kata Natan.

Katanya, aturan kependudukan juga berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan kesenjangan orang Papua. Kalau penduduk diatur dengan baik, kesejahteraan akan nampak.

“Jangan sampai orang Papua termarjinalkan. Ini kan Otsus, jadi harus ada keberpihakan kepada orang asli Papua dalam semua prodak hukum yang dibuat di Papua,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Polda Papua bantah ada dugaan permainan penerimaan casis Polri

Selanjutnya

Sudah tujuh calon gubernur merapat ke Golkar Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe