Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. DAP minta ESDM Provinsi Papua jangan jadi pesuruh Pedagang IUP
  • Rabu, 14 Juni 2017 — 08:48
  • 961x views

DAP minta ESDM Provinsi Papua jangan jadi pesuruh Pedagang IUP

“Apa lagi terkait areal tambang di Nifasi. sebab konflik Nifasi belum selesai, karena ada kepentingan orang tertentu,” kata Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago, Jhon Gobay melalui rilisnya kepada Jubi di Nabire, Selasa (13/6/2017).
Pertemuan masyarakat kampung nifasi yang menolak kehadiran PT. BMJ – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Nabire, Jubi - Dewan Adat Meepago minta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua jangan mau dijadikan pesuruh dari pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang hendak datang ke Nabire.

“Apa lagi terkait areal tambang di Nifasi. sebab konflik Nifasi belum selesai, karena ada kepentingan orang tertentu,” kata Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago, Jhon Gobay melalui rilisnya kepada Jubi di Nabire, Selasa (13/6/2017).

Lanjutnya, hal tersebut disampaikan pada 9 mei 2017 dalam pertemuan dengan staf dinas ESDM Papua, John Ayomi di Nabire, dalam acara sosialisasi LUP CNC di Nabire.

“Saya heran sebab sosialisasi itu tidak dihadiri pemilik hak ulayat dan kepala suku. Lagi pula menurut saya kenapa acara itu di lakukan di hotel. Datang too ke masyarakat,” ujarnya

Gobay meminta dinas ESDM tidak membuat isu macam-macam dan membuat api lagi di Nabire.

“Jika masyarakat tidak setuju dengan PT. Pasific Mining Jaya, jangan lagi ada gerakan tambahan sebagai pelayan. Pemerintah harus dengar rakyat bukan dengar investor. Apa lagi ada anak Papua kamu harus ikuti keinginan rakyat.,” tegasnya

Sesuai saran Dirjen Minerba, Jhon Gobay meminta gubernur Papua mencabut IUP PT. Pasific Mining Jaya.

Terpisah kepala sub suku Kampung Nifasi Aser Money menambahkan pihaknya atas nama masyarakat Kampung Nifasi sudah menolak PT. Pasific Mining Jaya lewat surat.

“Sudah beberapa kali bahkan saya sendiri telah menyerahkan surat penolakan dalam pertemuan dengan ESDM provinsi yang disaksikan oleh pimpinan PT. BMJ,” katanya.

Ditegaskan, surat penolakan itu bukan dibuat segelintir orang. “Surat itu dari oleh masyarakat pemilik hak ulayat yang diketahui oleh kepala suku berdasarkan keputusan bersama,” ujar Aser. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Masyarakat Nifasi patok batas areal tiga perusahaan tambang

Selanjutnya

Lima hari sekolah, guru harus bisa tertib

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe