TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Ratusan ayam petelur mati di Merauke akibat penyakit
  • Rabu, 14 Juni 2017 — 17:44
  • 1167x views

Ratusan ayam petelur mati di Merauke akibat penyakit

Menurut Nyoman, langkah selanjutnya yang harus diambil adalah memberikan pengobatan, disinfeksi kandang dan peralatan. Selain  itu dengan mempelajari etologi penyakit Salmonella pullorum. Jika yang terserang adalah ayam dewasa maka peluangnya sangat sedikit untuk mati.
Ilustrasi - tempo.co
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
 
Jayapura, Jubi - Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua I Nyoman Polos mengatakan, serangan penyakit Salmonella pullorum mengakibatkan ratusan ayam petelur dari beberapa peternakan di Kabupaten Merauke mati. Penyakit ini diketahui berdasarkan pemeriksaan Balai Besar Veterines Maros
 
"Sedikit diklarifikasi bahwa kematian ayam petelur di Kabupaten Merauke mencapai ratusan, bukan ribuan seperti yang diberitakan beberapa media pers beberapa hari lalu, kematian pun tidak serentak, namun bertahap, satu hari bisa satu atau empat ayam yang mati," katanya kepada wartawan di Jayapura, Selasa (13/6/2017).
 
Menurut Nyoman, langkah selanjutnya yang harus diambil adalah memberikan pengobatan, disinfeksi kandang dan peralatan. Selain  itu dengan mempelajari etologi penyakit Salmonella pullorum. Jika yang terserang adalah ayam dewasa maka peluangnya sangat sedikit untuk mati.
 
"Ayam dewasa telah memiliki antibodi atau kekebalan terhadap Pulorum sehingga tahan terhadap Pullorum, untuk mengetahui secara tepat dapat dilakukan revisi tes atau tes cepat antara antigen yang disiapkan dengan antibodi yang ada pada tubuh ayam," ujarnya.
 
Di tempat terpisah drh. Nining Kurniasari yang turun langsung ke Kabupaten Merauke dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua mengatakan, penyakit Pullorum merupakan penyakit saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Pullorum.
 
"Penyakit ini banyak menyerang peternakan yang kurang higienis atau Sanitasi lingkungan kurang baik, umumnya penyakit ini menyerang ayam yang masih muda, umur di bawah tiga minggu dengan tingkat kematian sangat tinggi, namun ayam dewasa tingkat kematiannya sangat rendah," katanya.
 
Ditambahkan, penyebaran penyakit tersebut secara vertikal melalui telur bila induknya tertular Pullorum dan juga melalui peralatan yang tercemar, pakan tercemar, air minum yang tercemar serta mesin tetap yang tercemar.
 
"Untuk mencegahnya, peternak harus mendatangkan bibit ayam dari breeding farm yang bebas Pullorum serta menjaga kebersihan kandang secara kontinu," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Puskesmas Sentani Kota haru memiliki ruang tunggu nyaman

Selanjutnya

Malvin Yobe dilantik pimpin BEM USTJ periode 2017-2018

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4869x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4293x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4162x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3490x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2945x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe