Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Tiga anggota militer terlibat kecurangan pemilu
  • Rabu, 14 Juni 2017 — 13:50
  • 1394x views

Tiga anggota militer terlibat kecurangan pemilu

Tiga anggota militer Papua Nugini ditahan polisi karena kedapatan menyelundupkan atribut pemilu untuk memenangkan kandidat tertentu dari Namatanai.
Ilustrasi. Tentara Nasional Papua Nugini. /abc.net.au
Post Courier
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Kokopo, Jubi – Tiga anggota militer Papua Nugini ditahan polisi karena kedapatan menyelundupkan atribut pemilu untuk memenangkan kandidat tertentu dari Namatanai. Ketiga anggota militer yang masih aktif bertugas tersebut ditahan bersama dengan 19 orang lainnya yang merupakan mantan anggota militer dan seorang wanita anggota pasukan keamanan.

Mereka ditahan ketika dalam perjalanan udara menggunakan Air Niugini PX 204 dari Port Moresby ke Kavieng via Kokopo pada Minggu (11/6/2017) pagi. Pergerakan mereka berhasil teridentifikasi oleh unit intelejen kepolisian East New Britain.

Selama pemeriksaan dilakukan, polisi menemukan berkas surat suara dan poster salah satu kandidat bernama Walter Schanubelt dari Namatanai. Ketua Komisi Pemilihan Umum daerah setempat, Joap Voivoi telah dimintai keterangan terkait legalitas atribut pemilu tersebut. Menurut Voivoi, surat suara tidak seharusnya dibawa sebelum pemilu dan tidak boleh dimiliki oleh selain anggota Komisi Pemilihan.

Bebas

Pada Selasa (13/6/2017), akhirnya polisi membebaskan 19 orang mantan anggota militer dan anggota pasukan keamanan tersebut karena polisi dianggap kekurangan bukti-bukti. Namun, tiga anggota militer yang masih aktif belum dibebaskan atas permintaan polisi militer dari Port Moresby.

Ketiga orang tersebut rencananya akan diterbangkan ke Port Moresby untuk penyelidikan lebih lanjut oleh polisi militer. Komandan Polisi East New Britain, Joseph Tabali mengatakan bahwa ketiga anggota militer tersebut bekerja paruh waktu untuk perusahaan jasa keamanan SOS yang dimiliki Walter Schnaubelt. Seluruh tiket bagi mereka dipesan oleh SOS Security, begitu pun juga dengan pengaturan perjalanan mereka.

Pihak intelejen kepolisian East New Britain mendapat informasi dari intelejen kepolisian di Port Moresby bahwa ada pergerakan mencurigakan dan kargo yang dibawa orang-orang tersebut. **

loading...

Sebelumnya

Australia akhirnya beri kompensasi bagi pengungsi

Selanjutnya

Misionaris yang dideportasi dari PNG minta penjelasan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe