Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Misionaris yang dideportasi dari PNG minta penjelasan
  • Rabu, 14 Juni 2017 — 13:52
  • 1209x views

Misionaris yang dideportasi dari PNG minta penjelasan

Douglas Tennent, seorang misionaris asal Selandia Baru meminta penjelasan dari pihak imigrasi Papua Nugini mengenai alasan pendeportasian dirinya yang mendadak.
Douglas Tennent./RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Auckland, Jubi – Douglas Tennent, seorang misionaris asal Selandia Baru meminta penjelasan dari pihak imigrasi Papua Nugini mengenai alasan pendeportasian dirinya yang mendadak. Kendati pengadilan memerintahkan pembatalan deportasi, namun imigrasi tetap memaksa pendeportasian dirinya pada Senin (12/6/2017).

Sebagai misionaris di Rabaul, Tennent berperan membantu warga pemilik lahan di kawasan perkebunan kelapa sawit yang dikuasai oleh perusahaan bernama Rimbunan Hijau. Karena kegiatannya ini, Tennent dideportasi dengan alasan menyalahgunakan visa kerjanya.

Ia kini meminta dua hal pada pemerintah Papua Nugini. “Salah satunya yaitu mengembalikan saya ke Papua Nugini untuk melanjutkan pekerjaan saya menolong warga dalam hal infrastruktur dan lahan,” ujarnya.

Hal kedua yang ia inginkan yaitu kesempatan untuk mengklarifikasi tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya dari berbagai pihak yang membuat visanya dicabut pemerintah. “Saya tidak diberikan kesempatan untuk merespons tuduhan-tuduhan itu,” ujarnya.

Dalam proses pendeportasian paksa itu, Tennent tidak diperbolehkan memegang telefon genggam sehingga ia tidak sempat menghubungi pengacaranya. Kini, setelah ia tiba di Selandia Baru, ia tidak bisa menuntut lagi hal itu karena ia telah meninggalkan wilayah Papua Nugini. “Saya merasa dikhianati dan dibohongi,” tuturnya. **

 

loading...

Sebelumnya

Tiga anggota militer terlibat kecurangan pemilu

Selanjutnya

Presiden Vanuatu meninggal dunia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 7326x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6319x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5909x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4051x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe