Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Warga PNG ke Papua diusulkan bebas visa
  • Rabu, 14 Juni 2017 — 19:16
  • 1626x views

Warga PNG ke Papua diusulkan bebas visa

Konsul RI di Vanimo, PNG, Elmar Lubis mengatakan hubungan kekeluargaan sudah lama terjalin baik antara masyarakat dua negara, terutama di wilayah perbatasan. Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar masyarakat PNG yang ingin berkunjung ke Papua bebas visa masuk. 
Sejumlah warga Vanimo, PNG yang diundang oleh Kosulat RI di kantor Konsulat RI di Vanimo – Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi – Warga negara Papua Nugini (PNG) yang ingin berkunjung ke Papua, Indonesia diusulkan agar bebas mengurus visa masuk.

Konsul RI di Vanimo, PNG, Elmar Lubis mengatakan hubungan kekeluargaan sudah lama terjalin baik antara masyarakat dua negara, terutama di wilayah perbatasan. Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar masyarakat PNG yang ingin berkunjung ke Papua bebas visa masuk. 

“Itu sudah kami lakukan dan sudah berjalan. Harapannya apa yang telah kita lakukan ini bisa menambah keakraban antara masyarakat setempat dengan keluarga mereka yang kini berada di wilayah Indonesia,” katanya di Vanimo, Rabu (14/6/2017).

Depty Gubernur Provinsi Sandaun, John Noss mengatakan, kebanyakan warga PNG di Vanimo masih serumpun dengan warga Arso, Keerom, Papua. 

“Meskipun kita berbeda warga negara, tetapi kita masih saudara. Saya berasal dari Imonda atau Walsa dan wilayah saya berbagi Perbatasan Internasional dengan saudara laki-laki saya dari Arso di Indonesia,” katanya. 

Dikatakan, mereka memiliki ikatan keluarga yang kuat selama bertahun-tahun. Namun dua bersaudara terpaksa dipisahkan oleh dua negara. 

Meski demikian, ia mengaku hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Pemerintah PNG diperkuat oleh sejumlah kegiatan, termasuk perdagangan dan investasi, keamanan, transportasi darat dan laut serta bagian perbatasan. Pemerintah Provinsi Sandaun dan masyarakat Sepik Barat (wilayah perbatasan) juga berniat untuk secara agresif membangun hubungan yang lebih kuat dengan Indonesia. 

John menambahkan, sejak 2012, Pemerintah PNG – RI menggelar Festival Perayaan Persahabatan seperti Lari 10 Km di perbatasan kedua negara.

“Persahabatan Indonesia melalui program pertukaran lainnya PNG Fisheries. Kegiatan pertanian membawa hubungan kekerabatan yang terputus selama ini terjalin kembali. Ini harus kita tingkatkan lagi,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

DPMPTSP fokus pada undang-undang pelayanan publik 

Selanjutnya

Jumat, Gapensi Jayapura gelar mukercab

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6931x views
Dunia |— Jumat, 23 Februari 2018 WP | 3438x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 3165x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2418x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe