Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Dikritik, niat Jakarta bantu Pasifik soal perubahan iklim
  • Kamis, 15 Juni 2017 — 06:33
  • 2043x views

Dikritik, niat Jakarta bantu Pasifik soal perubahan iklim

Akaboo Amatus Douw mengatakan Jakarta seharusnya menghentikan dahulu perusahaan-perusahaan multinasional dan nasional yang aktivitasnya berkontribusi terhadap pemanasan global yang menyebabkan bencana di Kepulauan Pasifik.
Ilustrasi Kampanye yang diluncurkan oleh komunitas SOS di Jayapura (13/6) - IST
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Jayapura, Jubi - United Liberation Movement for West Papua meminta pemerintah Indonesia tidak hanya bicara terkait bantuan ke Pasifik menangani perubahan iklim.

Akaboo Amatus Douw, duta regional ULMWP kepada RNZI (14/6) menegaskan hal tersebut menanggapi komentar Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya awal bulan ini terkait komitmen Jakarta membantu negeri-negeri Kepulauan Pasifik mengatasi persoalan-persoalan besar seperti perubahan iklim.

Indonesia menjanjikan bantuan pembangunan kapasitas kepada Pasifik menyangkut isu tersebut, karena merasa menjadi bagian dari populasi Melanesia dan menganggap wilayahnya sebagai bagian kawasan Pasifik.

Negeri-negeri di Pasifik, ujar Yahya dapat menaruh harapan bantuan dari Indonesia atas persoalan perubahan iklim.

“Perubahan iklim adalah isu besar. Kami coba untuk menolong. Nanti akan ada beberapa kerjasama dengan Indonesia di negeri-negeri tersebut, termasuk peningkatan kapasitas,” kata Yahya.

Duta besar menganggap ada banyak kesamaan antara Indonesia dengan negeri-negeri seperti Samoa, Vanuatu dan Solomon. “Makanan kita lebih kurang sama dengan masyarakat di Samoa, Vanuatu, dan Kepulauan Solomon; minuman kita lebih kurang sama; dan kita memiliki kebudayaan yang kurang lebih serupa, yang menunjukkan kita bersaudara,” kata dia lagi.

Baca juga Yakinkan publik Selandia Baru soal West Papua, Tantowi Yahya kerja keras

Kritik

Pernyataan Tantowi Yahya itu dibantah oleh duta ULMWP di kawasan Pasifik. Menurut dia keinginan Indonesia membantu isu perubahan iklim di Pasifik sambil tetap membiarkan emisi karbon yang cukup tinggi di seluruh Indonesia.

Akaboo Amatus Douw mengatakan Jakarta seharusnya menghentikan dahulu perusahaan-perusahaan multinasional dan nasional yang aktivitasnya berkontribusi terhadap pemanasan global yang menyebabkan bencana di Kepulauan Pasifik.

Di wilayah Papua, lanjutnya, dimana pembersihan hutan demi pembangunan kelapa sawit terus marak yang, padahal sudah dinyatakan oleh banyak kelompok pecinta lingkungan sebagai sektor paling besar yang berkontribusi pada emisi.

Douw juga membantah pernyataan Duta Besar yang mengatakan rakyat West Papua berbahagia dengan Indonesia, karena dia tegaskan secara “kebudayaan, etika, dan sosial” berbeda dari masyarakat Indonesia lainnya sehingga menjadi salah satu sebab pendirian negara terpisah.

Pembangunan Papua yang dikatakan sukses juga cukup menyesatkan, ujar Douw. “Indonesia baru saja melakukan pembangunan kemarin dan hendak membangun infrastruktur di West Papua karena isu Papua yang mendapat perhatian secara global,” ujarnya.

Bagi Douw West Papua tidak akan dibangun dengan lebih baik melalui apa yang ia sebut sebagai ‘model pembangunanekonomi dan sosial Indonesia yang diskriminatif ‘.

Selasa (13/6) lalu Solidaritas Organisasi Sipil (SOS) di tanah Papua menyatakan lahan di Papua yang luas sudah dikuasi korporasi pemerintah, perusahaan dan perbankan yang mendanai perusahaan sawit dan pertambangan di Papua.

SOS mengatakan sebanyak 441 perusahaan telah mempunyai izin operasi di Papua dengan luas konsesi mencapai 29.219.655 Ha.

“Itu artinya sebagian besar tanah Papua telah dikuasai oleh korporasi,” kata Wirya Eddy, kordinator advokasi Jaringan Kerja Rakyat (JERAT) Papua dalam konfrensi pers Waena, kota Jayapura.(*)

loading...

Sebelumnya

Yakinkan publik Selandia Baru soal West Papua, Tantowi Yahya kerja keras

Selanjutnya

Maklumat maladministrasi, CLD laporkan Kapolda Papua ke Ombudsman RI

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe