Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Pelatih baru Persipura harus memahami karakter dan budaya Papua
  • Kamis, 15 Juni 2017 — 07:46
  • 1828x views

Pelatih baru Persipura harus memahami karakter dan budaya Papua

“Kita harus memilih pelatih itu seorang bapak bagi Persipura, agar mereka dapat membuat yang terbaik buat tim,” kata Eduard Ivakdalam kepada Jubi, Rabu (14/6/2017).
Pemain Persipura saat latihan di Makassar. Siapa yang nanti jadi pelatih Mutiara Hitam harus bisa memahami karakter serta budaya orang Papua - Jubi/Dok
Simon Daisio
Editor : Jean Bisay

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Jayapura, Jubi – Kamis, 8 Juni 2017, Liestiadi LO resmi mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Persipura. Manajemen kemudian bergerak mencari pengganti.

Mencuat nama Peiter Huistra, pelatih asal Belanda yang sedang dalam penjajakan melatih Boaz dan kolega.

Terkait pelatih baru Mutiara Hitam, beragaman tanggapan muncul. Salah satunya datang dari mantan kapten Persipura Eduard Ivakdalam.

Edu bilang siapa pun yang nantinya memimpin Persipura harus berjiwa kebapakan. Ia juga harus tahu karakter dan budaya orang Papua.

“Kita harus memilih pelatih itu seorang bapak bagi Persipura, agar mereka dapat membuat yang terbaik buat tim,” kata Eduard Ivakdalam kepada Jubi, Rabu (14/6/2017).

Menurut kakak kandung Carolino Ivakdalam ini bahwa, budaya orang Papua adalah selalu mendengar mereka yang paling tua.

“Kita disini (Papua) saya pikir paling dengar kita punya orang tua.  Kalau pelatih itu kita datangkan, dia harus pahami kita punya karakter sepak bola, terus kita punya budaya orang Papua seperti apa. Saya kira tim ini tidak akan ada masalah,” akunya.

Edu menambahkan kalau pemilihan pelatih harus koordinasi dengan pemain, karena pemain yang menjalani pertandingan. Pemain juga punya opsi-opsi lain, yang harus sama-sama berembuk supaya semua dapat berjalan dengan baik.

“Kalau pemain sudah klop dengan pelatih yang datang, pasti di lapangan pemain akan bekerja maksimal. Paling utama itu seorang pelatih harus berfigur kebapakan, agar kekompakan tim dapat terjalin,” kata Edu.

Mantan kapten Persipura Nando Fairyo mengatakan keputusan manajemen datangkan pelatih asing momenya sudah sangat tepat.

“Sangat layak pelatih asing melatih tim sekelas Persipura. Kami masyarakat awam menyerahkan kepada manajemen yang lebih tahu mengenai kualitas pelatih tersebut,” jelasnya.

Nando berharap pelatih asing baru Persipura ini bisa mengembalikan serta mengangkat performa tim kebanggaan rakyat Papua ini pada jalur kemenangan yang diinginkan. (*)

loading...

Sebelumnya

Natalis Tabuni: Kami merestui dan mendukung Persintan berkompetisi

Selanjutnya

Persipura kembali ke jalur juara tundukkan Persela 1-0

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe