Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. KNPI Dogiyai: Ada unsur pembiaran dari Dinas P dan P
  • Kamis, 06 Oktober 2016 — 19:11
  • 1314x views

KNPI Dogiyai: Ada unsur pembiaran dari Dinas P dan P

Menurut Natan, banyak guru-guru tahun 1980-an sudah pensiun dan membuat Dogiya krisis guru. “Banyak sekolah-sekolah muridnya datang ikut ujian tanpa ikuti proses belajar yang baik, ada sistem pembodohan yang dipraktekaan oleh pemda,” katanya lagi.
Pelajar SDN Bogiteugi di Distrik Kamuu Selatan saat istirahat belajar di luar kelas yang tak dilengkapi papan sebagai lantai teras kelas. -Jubi/Agus Tebay
Hengky Yeimo
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Sistem monitoring langsung ke sekolah-sekolah tidak pernah dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Pengajaran. Terkesan ada proses pembiaran terhadap sekolah-sekolah di Dogiyai.

Karteker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Dogiyai, Natan Naftali Tebay, mengatakan proses belajar mengajar secara umum di Dogiyai keliahatan berjalan baik secara administrasi.

“Namun realita di lapangan banyak mengalami kekurangan.SD tidak ada guru, ruang kelas rusak, tidak ada perumahan, air bersih dll. Contohnya SD Bomomani di Kamuu Selatan hanya tiga guru yang aktif, satu kepala sekolah dan dua guru biasa,” kata dia kepada Jubi, Rabu (5/10/2016).

Dikatakan kondisi ini memperparah pendidikan di kabupaten itu, sebab Dogiyai sangat membutuhkan guru honor dan guru tetap. “Terutama pemerintah harus berdayakan  mahasiswa bidang keguruan yang selama ini pemda tidak pernah perhatikan,” kata dia.

Menurut Natan, banyak guru-guru tahun 1980-an sudah pensiun dan membuat Dogiya krisis guru. “Banyak sekolah-sekolah muridnya datang ikut ujian tanpa ikuti proses belajar yang baik, ada sistem pembodohan yang dipraktekaan oleh pemda,” katanya lagi.

Baca juga 18 Tahun, SDN Bogiyaeugi Dogiyai tanpa meja-kursi belajar

Kepala SDN Bogiyateugi, Eneas Anou, beberapa waktu lalu mengatakan kondisi sekolah sangat menyedihkan, fasilitas dan pengajar serta sarana pendukung lain sangat tidak memadai.(*)

loading...

Sebelumnya

Suku Mee kehilangan tokoh pembangunan ‘Odaa Owaadaa’

Selanjutnya

Desak gubernur bertindak, 136 ASN non-aktif protes Plt. Bupati Dogiyai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32882x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8927x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6437x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5760x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe