Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Di Kampung Wambi, beras 15 kg dijual Rp300 ribu
  • Kamis, 15 Juni 2017 — 08:11
  • 1174x views

Di Kampung Wambi, beras 15 kg dijual Rp300 ribu

Seorang warga Kampung Wambi, Rekianus Samkakai kepada Jubi Rabu (14/6/2017) menuturkan, salah satu kesulitan dialami dan dirasakan masyarakat di sana adalah beras. Saat ini, pedagang sesuka hati menjual beras sangat mahal kepada masyarakat.
Beras di gudang Bulog Sub Divre Merauke di Distrik Tanah Miring – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Merauke, Jubi - Harga beras yang dijual pedagang kepada masyarakat di Kampung Wambi, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke ‘mencekik leher.’ Sekarung beras dengan berat 15 kilogram, dijual berkisar Rp280.000-Rp300.000.

Seorang warga Kampung Wambi, Rekianus Samkakai kepada Jubi Rabu (14/6/2017) menuturkan, salah satu kesulitan dialami dan dirasakan masyarakat di sana adalah beras. Saat ini, pedagang sesuka hati menjual beras sangat mahal kepada masyarakat.

“Mau tidak mau, masyarakat tetap membeli. Karena merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi tiap hari,” ujarnya.

Untuk beras sejahtera (rastra) di sana, kata dia, penyaluran sering terlambat dan kuota bagi masyarakat terbatas. “Memang harga rastra yang dibeli Rp50.000/karung. Tetapi kendalanya sering datang terlambat,” tuturnya.

Dengan demikian, lanjut Samkakai, masyarakat terpaksa membeli beras dari pedagang meskipun harga yang dijual sangat mahal.

“Saya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke melakukan penertiban kepada para pedagang di Okaba, karena sering membawa dan menjual beras kepada masyarakat di Kampung Wambi sangat mahal,” pintanya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Tarsisius Awi yang dimintai komentarnya meminta jatah rastra bagi masyarakat di Kampung Wambi disalurkan secara rutin. Sehingga masyarakat tak kesulitan mendapatkan tiap bulan.

“Ya, kalau rastra terlambat didistribusikan, otomatis pedagang akan memanfaatkan kesempatan menjual beras miliknya dengan harga mahal. Tentunya ini juga harus ada ketegasan pemerintah melakukan penertiban,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Peresmian patung Kristus Raja tunggu keputusan Bupati Merauke

Selanjutnya

BPJS kesehatan Merauke tidak buka posko mudik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2997x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1174x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1152x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe