Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Satgas Cycloop tanyakan nasibnya di DPRD Jayapura 
  • Kamis, 15 Juni 2017 — 18:01
  • 1369x views

Satgas Cycloop tanyakan nasibnya di DPRD Jayapura 

Satgas ini dibentuk pada 10 Juni 2007 atas kebijakan Bupati Jayapura, Habel Melkias Suwai ketika itu. Mereka di bawah naungan Dinas Kehutanan Kabupaten Jayapura.
Satgas pengamanan kawasan cagar alam Cycloop– Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Sentani, Jubi – Setelah sepuluh tahun bekerja 54 petugas Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Kawasan Cagar Alam Cycloop menanyakan kejelasan nasibnya di DPRD Kabupaten Jayapura, sebab selama ini pengabdian mereka terkesan diabaikan pemerintah.

Satgas ini dibentuk pada 10 Juni 2007 atas kebijakan Bupati Jayapura, Habel Melkias Suwai ketika itu. Mereka di bawah naungan Dinas Kehutanan Kabupaten Jayapura.

“Beberapa waktu lalu dinas kami dikabarkan akan dikembalikan ke pihak provinsi. Lalu mengalami peleburan dan bergabung dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH), tetapi hingga kini informasinya simpang siur. Meski demikian, bagaimana dengan nasib kami yang sudah bekerja selama sepuluh tahun dengan status honor, bahkan belum mendapat gaji?” kata anggota Satgas Cycloop, Yosep Ondy di Sentani, Kamis ( 15/6/2017). 

Untuk itu, pihaknya meminta pertanggungjawaban Pemkab Jayapura agar segera membayar gaji puluhan petugas tersebut. 

“Kehadiran kami di DPRD ini untuk menuntut hak kami, di antaranya honor kerja dan status selama sepuluh tahun mengabdi di daerah ini. Dari jumlah kita 60 orang yang bekerja, sebagiannya sudah keluar dan ada yang meninggal,” katanya. 

Ketua DPRD Jayapura, Edison Awoitauw ketika menerima puluhan satgas ini mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemkab Jayapura dan bagian keuangan untuk menyelesaikan duduk persoalannya. 

Ia mengakui ada undang-undang baru yang menyebutkan Dinas Kehutanan akan diambil alih oleh pihak provinsi. Namun itu dinilainya masih rancu. Pihaknya juga sudah menetapkan Perda tentang pengawasan cagar alam Cycloop. 

“Mestinya satgas ini yang diberdayakan untuk mengawal Perda tersebut. Selain itu sistem pengawasan sumber daya alam kita, siapa yang akan langsung mengawasi kalau bukan satgas yang sudah bekerja selama sepuluh tahun?” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kata budayawan Papua, tema FDS harus inovatif

Selanjutnya

Bupati Jayapura: Pembangunan harus didukung pihak swasta

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6282x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5869x views
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 5137x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe