Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kasus korupsi Bank Papua, tiga kapal disita, mantan Dirut jadi tersangka
  • Kamis, 15 Juni 2017 — 18:20
  • 3280x views

Kasus korupsi Bank Papua, tiga kapal disita, mantan Dirut jadi tersangka

"Sudah ada 1 tersangka inisial JK, mantan dirut bank," ungkap Kabareskrim Komjen Ari Dono melalui keterangan tertulis.
Kapal milik PT Sarana Bahtera Irja yang disita dan dilelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang - IST
Victor Mambor
victor_mambor@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Jayapura, Jubi - Sejak April lalu, Mabes Polri bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) telah mensita dan melelang tiga kapal kargo yang merupakan hasil penyitaan dalam kasus korupsi di Bank Papua. Tersangka dalam kasus ini adalah mantan Dirut bank tersebut berinisial JK. Kamis (15/6/2017) Bareskrim Polri menegaskan kembali status JK sebagai tersangka.

"Sudah ada 1 tersangka inisial JK, mantan dirut bank," ungkap Kabareskrim Komjen Ari Dono melalui keterangan tertulis.

Menurut Kabareskrim, penyimpangan oleh Bank Papua tersebut melibatkan dua perusahaan yakni PT Sarana Bahtera Irja (PT SBI) dan PT Vita Samudra (PT Vitas). Penyimpangan dilakukan pada tahap analisis dan persetujuan kredit hingga penyimpangan pada tahap pencairan kredit. Lalu dana pencairan kredit itu digunakan untuk kepentingan pribadi. Selain itu pemberian restrukturisasi yang tidak memenuhi persyaratan dan peruntukan sehingga berujung pada macetnya pembayaran kredit saat jatuh tempo. Misalnya, saat jatuh tempo, PT Vitas tidak dapat melunasi kreditnya sehingga terdapat tunggakan sebesar Rp73,09 miliar dan tunggakan bunga sebesar Rp16,03 miliar.

“Kerugian negara terbilang besar, maka sejumlah tindakan telah dan akan dilakukan,” jelas Kabareskrim.

Sebelumnya, JK menurut temuan BPK melakukan penyimpangan dalam pemberian fasilitas kredit BPD Papua ke PT SBI dan PT Vitas.  Dalam hal ini JK diduga melakukan tindakan pidana pencucian uang.

Bank Papua melalui mantan dirutnya ini dalam laporan BPK memberikan kredit kepada PT SBI menggunakan plafon sebesar Rp Rp 313,29 miliar, berupa 8 fasilitas kredit investasi dan 1 fasilitas kredit modal kerja. Sedangkan pemberian fasilitas kredit ke PT Vitas pada 2013 menggunakan plafon sebesar Rp 111 miliar, berupa 2 fasilitas kredit modal kerja. Penyimpangan dalam pemberian fasilitas kredit ini diduga merugikan negara hingga 359 militar. PT SBI diduga merugikan negara hingga 270 militar sedangkan PT Vitas 89 miliar.

PT SBI berlokasi di Surabaya. Perusahaan ini gerak dalam  aktivitas bisnis Agen Pengiriman & Pelabuhan. Sedangkan PT Vitas beramat di Jayapura dan bergerak di jasa konstruksi. Dalam kasus ini Mabes Polri telah mensita Kapal Surya Pioner, Kapal Surya Pesona dan Kapal Surya Pekik. Tiga kapal yang disita dari PT SBI ini dilelang dengan total nilai 34 miliar.

Menurut Kabareskrim setiap pihak yang terlibat dalam tindakan pidana korupsi ini akan dikenakan pasal berlapis antara lain Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Peraturan MA (Perma) No. 13 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penanganan Tindak Pidana oleh Korporasi.(*)

loading...

Sebelumnya

Ketua DPD Demokrat datangi kantor Gerindra

Selanjutnya

Korupsi di Bank Papua adalah praktek kanibal ekonomi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe