Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Lima hari sekolah, guru harus bisa tertib
  • Jumat, 16 Juni 2017 — 08:48
  • 1211x views

Lima hari sekolah, guru harus bisa tertib

Rendi Hein salah satu orang tua murid mengatakan pemerintah pusat tidak bisa memaksakan semua sekolah di daerah untuk melaksanakan kebijakan tersebut karena banyak sekolah tidak mampu mendisiplikan para guru.
SMP dan SMA Kristen Anak Panah, salah satu sekolah yang menerapkan 5 hari sekolah di Nabire – Jubi/doc
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Nabire, Jubi – Sistem sekolah lima hari dalam sepekan yang akan diberlakukan mulai tahun ajaran 2017/2018 dinilai masyarakat kota Nabire belum bisa dilaksanakan di sana.

Rendi Hein salah satu orang tua murid mengatakan pemerintah pusat tidak bisa memaksakan semua sekolah di daerah untuk melaksanakan kebijakan tersebut karena banyak sekolah tidak mampu mendisiplikan para guru.

“Saat ini guru kurang disiplin, kurang pengetahuan dan kurang pengalaman. Banyak guru bukan dari sekolah guru. Sehingga kalau sekolah delapan jam, saya khawatir banyak jam kosong,” Rendi Hein.

Sedangkan orang tua murid lainnya, Anike Woromboni setuju. Sebagai seorang ASN yang lima hari bekerja, dirinya bisa memanfaatkan waktu libur bersama. “Jadi nanti sabtu dan Minggu kami bisa libur bersama,” katanya.

Demikian juga dengan Andi Nur. Ia setuju asalkan pemerintah dapatr mengontrol agar kurikulum dapat diterapkan dengan baik di sekolah.

“Penerapan yang baik itu yang pentin agar mutu pendidikan dapat terjamin. Sebab kita di Papua ini kebanyakan libur sehingga kalau memang mau teterapkan, ya harus serius. Kemudian pengawasan yang baik kepada guru maupun murid juga harus diperhatikan,” katanya.

Saat ini di kabupaten Nabire sudah ada sekolah yang menerapkan sekolah lima hari, Misalnya SMP dan SMA Kristen Anak Panah.

“Kebetulan anak saya di sana. Manajemen sekolah bagus. Ada makan siang dan kami tidak resah kalau anak ke sekolah. Sekolah mulai pukul 07.00 pagi sampai pukul 15.00, anak diawasi dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, di SMP dan SMA Kristen Anak Panah, guru-gurunya disiplin. “Kalau ada guru pelajaran tidak masuk biasanya guru lain mengisi kekosongan. Jadi anak tidak nganggur saat di sekolah. Kalau sekolah negeri mampu melaksanakan, saya rasa itu baik,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

DAP minta ESDM Provinsi Papua jangan jadi pesuruh Pedagang IUP

Selanjutnya

GKI di Tanah Papua tolak Radikalisme

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe