Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Siswa di SMAN 5 Jayapura tak boleh kenakan jilbab
  • Jumat, 16 Juni 2017 — 09:01
  • 1720x views

Siswa di SMAN 5 Jayapura tak boleh kenakan jilbab

"Sangat disayangkan, sekolah berlabel Angeleri namun aturannya seperti itu, seharusnya aturan tersebut diberlakukan di sekolah-sekolah swasta," katanya.
Seorang siswa sedang beraktivitas di SMAN 5 Jayapura –Jubi/ Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
 
Jayapura, Jubi - Salma salah satu warga Dok 8, Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara mengeluhkan kebijakan yang dikeluarkan pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Jayapura dengan tidak menerima calon siswa yang menggunakan jilbab. Hal ini dikeluhkan Salma kepada Jubi di Jayapura, Kamis (14/6/2017).
 
"Sangat disayangkan, sekolah berlabel Angeleri namun aturannya seperti itu, seharusnya aturan tersebut diberlakukan di sekolah-sekolah swasta," katanya.
 
Ibu Salma baru mengetahui setelah anaknya, Ica Hamid ingin mendaftar ke sekolah tersebut, namun pihak panitia pendaftaran menyarankan untuk anak tersebut tidak mengenakan jilbab kalau sudah diterima.
 
"Anak saya ini bersama teman-temannya ingin daftar di SMAN 5 namun dari informasi yang didapatkan dari pihak penerima calon siswa baru di SMAN 5 bahwa mereka tidak menerima siswa yang mengenakan jilbab dengan alasan biar seragam," ujarnya.
 
Kepala SMAN 5 Jayapura Angnes Yomima Bonai melalui sambungan telepon selulernya kepada Jubi pun membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan sekolah yang dipimpinnya sejak 2002 sudah mempunyai peraturan bahwa calon siswa tidak diperkenankan mengenakan jilbab kalau menempuh pendidikan di SMAN 5 Jayapura.
 
"Iya, memang betul sekolah kami tidak menerima siswa yang mengenakan jilbab, namun bukan berarti siswa yang beragama Islam tidak diterima, kami tetap terima namun khusus yang mengenakan jilbab kami tidak bisa terima, ini sudah diberlakukan beberapa tahun silam," katanya.
 
Alasan siswa muslim tidak boleh mengenakan jilbab di SMAN 5 Jayapura, menurutnya adalah kebijakan dari Wilhelmina W. Kambu sejak 2002 yang kala itu menjadi pembina sekolah tersebut. Ibu Wilhelmina W. Kambu membuat aturan tersebut karena ingin semua siswa kalau berpakaian harus sama.
 
"Dari awal memang sudah begitu, tujuannya adalah semua siswa di sekolah ini seragamnya harus sama juga, jadi tidak ada perbedaan masalah topi atau jilbab, aturan ini yang saya pegang selaku kepala sekolah, saya berharap para orang tua wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya ke SMAN 5 Jayapura bisa memahami aturan tersebut, sekali lagi bukan tidak mau menerima siswa yang muslim, tapi hanya tidak diperkenankan menggunakan jilbab," ujarnya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

BPJS tingkatkan layanan saat mudik Lebaran

Selanjutnya

PSI Papua siap kerja sama dengan Balai Bahasa tes UKBI

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat