Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Oknum anggota TNI terduga Alkitab terbakar, terancam lima tahun penjara
  • Sabtu, 17 Juni 2017 — 08:27
  • 4604x views

Oknum anggota TNI terduga Alkitab terbakar, terancam lima tahun penjara

Mayjen TNI George Elnadus Supit dihadapan para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan insan pers di Aula Tonny Rompis, Makodam XVII/Cenderawasih, Jumat (16/6/2017) mengatakan, ketika itu memang benar ada kitab suci tidak sengaja ikut terbakar bersama buku-buku lainnya.
Pangdam XVII/Cenderawasih  mayjend TNI George Elnadus Supit didampingi Frits Ramandey Sekretaris Komnas HAM Perwakilan Papua
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi - Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit menyatakan, oknum TNI yang tanpa sengaja menyebabkan Alkitab terbakar ketika hendak membersihkan dan membakar sampah ketika melakukan korvei di Korem 172/PWY, Padang Bulan Abepura, Kota Jayapura, Rabu (25/5) yang menyebabkan adanya reaksi warga, terancam hukuman lima tahun penjara.

Mayjen TNI George Elnadus Supit dihadapan para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan insan pers di Aula Tonny Rompis, Makodam XVII/Cenderawasih, Jumat (16/6/2017) mengatakan, ketika itu memang benar ada kitab suci tidak sengaja ikut terbakar bersama buku-buku lainnya.

"Dari hasil penyelidikan benar ada beberapa buah Alkitab yanng ikut terbakar. Namun itu terselip di antara tumpukan bukan buku-buku lain sehingga oknum anggota yang membakar sampah tidak tahu ada Alkitab bersama tumpukan buku- buku atau kertas saat itu," kata Mayjen TNI George Elnadus Supit. 

Menurutnya, oknum anggota TNI itu tidak menyadari sehingga beberapa buah Alkitab itu terbakar ketika sedang membakar buku-buku dan sejumlah kertas-kerta yang tidak terpakai ketika itu. 

"Ini merupakan kelalaian dia. Harusnya dia periksa semua mungkin ada dokumen penting yang terselip di situ. 
Ia akan dikenakan pasal atas kelalainnya. Pasal 156a KUHP dipidana dengan penjara paling lama lima tahun," ujarnya.

Menururutnya, dalam Pasal 156a KUHP pidana menyatakan, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa dipidana paling lama lima tahun.

"Kalau ada unsur kesengajaan, hukumannya bisa maksimal sehingga saya perintakan Denpomdam memproses secara hukum. Saya sudah lapor ke Kasad dan Panglima TNI, petunjuknya, sesuai aturan hukum yang berlaku proses prajurit yang melakukan kesalahan," katanya.

Katanya, mungkin dalam waktu dekat, semua pemberkasan sudah selesai dan dilimpahkan ke pengadilan militer. Nantinya persidangan akan dilakukan terbuka dan siapa saja boleh mengikuti jalannya proses persidangan. 

"Paling lambat Senin atau Selasa depan sudah dilimpahkan ke pengadilan militer. Saya sebagai Panglima Kodam meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Kami berharap, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda memberikan penjelasan yang menyejukkan umat dan masyarakat sehingga tidak timbul lagi hal-hal yang berakibat menggangu aktivitas masyarakat," imbuhnya. (*)

Sebelumnya

Pemerintah harus selesaikan konflik tanah dan hutan MA Keerom

Selanjutnya

Polda Papua akan kirim 80 Brimob ke Puja

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe