Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Pelatih Papua harus punya nilai jual
  • Senin, 19 Juni 2017 — 04:33
  • 1008x views

Pelatih Papua harus punya nilai jual

“Sekarang banyak pemain Papua yang dikirim ke tanah Jawa, sekarang bapa-bapa ini sudah punya visi juga bahwa saya ini juga siap dijual ke tanah Jawa,“ kata Rocky memotivasi.
Para peserta pelatihan pelatih C AFC foto bersama disela-sela acara penutupan di Hotel Yasmin Kota Jayapura – Jubi/Jean Bisay
Andreas Weleurat
andreasweleurat@gmail.com
Editor : Jean Bisay

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Jayapura, Jubi – Pelatihan pelatih lisensi C AFC yang dilaksanakan PSSI di Kota Jayapura, sejak tanggal 5-17 Juni 2017 berakhir.

Sebanyak 22 pelatih yang ikut sejak awal. 2 orang berhenti di tengah jalan, sehingga tersisa 20 peserta yang ikut sampai tuntas.

Wakil ketua Asprov PSSI Papua, Rocky Bebena menyampaikan terima kasih baik dari Asprov, pemerintah provinsi Papua, KONI Papua yang begitu antusias memberikan suport sehingga pelatihan pelatih lisensi C AFC ini bisa terselenggara dengan sukses dan lancar.

“Yang kedua kepada teman-teman peserta semua harus bangga karena bukan sekadar instruktur, tetapi beliu punya kemampuan dan kapasitas yang teruji. Sehingga beliau sudah doktor itu kebanggaan yang luar biasa, “ kata Rocky Bebena.

Ia mengatakan, ini merupakan fondasi awal bagi Papua. Menurutnya dulu Papua gudang sepak bola, tetapi sekarang gudangnya pelatih yang bisa dijual ke republik ini.

“Sekarang banyak pemain Papua yang dikirim ke tanah Jawa, sekarang bapa-bapa ini sudah punya visi juga bahwa saya ini juga siap dijual ke tanah Jawa,“ kata Rocky memotivasi.

Mantan jurnalis ini mengaku pelatihan pelatih AFC ini yang pertama, dengan segala persiapan yang cukup terbatas, kita mampu melaksanakan kegiatan ini dengan maskimal.

“Kita juga bersyukur juga walaupun mendadak, tetapi Tuhan memberikan hikmah yang luar biasa. Terutama bagi umat muslim di bulan suci ini sehingga semua berjalan tanpa ada kendala,“ katanya.

Sementara itu sang instruktur pelatih terbaik Indonesia, Emral Abus mengatakan sangat bangga karena mereka yang mengikuti pelatihan pelatih Lisensi C AFC ini merupakan kader penerus.

“Kalau tidak ada lisensi C AFC, berarti tidak ada A AFC. Berawal dari C baru B. Dari B baru bisa dapat A. Dari A baru bisa A pro atau diploma,“ demikian jelas Emral Abus. (*)

 

Sebelumnya

Sosialisasi PON 2020 lewat balap sepeda

Selanjutnya

SSB Pikeyro Tribrata Wamena siap tampil di Danone putaran nasional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe