Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Diduga oknum polisi aniaya anak di bawah umur 
  • Senin, 19 Juni 2017 — 09:16
  • 2366x views

Diduga oknum polisi aniaya anak di bawah umur 

Yance Tenoye dari Lembaga Kajian dan Advokasi Hukum dan HAM Jayawijaya mengatakan, Albert dipukul oknum polisi yang bertugas di Pasar Potikelek. Setelah dipukul korban sempat disuruh membersihkan pos yang ada di pasar tersebut. 
Theo Hesegem saat menjenguk korban di IGD RSUD Wamena-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Wamena, Jubi – Oknum anggota polisi di Wamena, Jayawijaya diduga menganiaya seorang anak di bawah umur, Jumat sore, 16 Juni 2017.

Akibatnya korban bernama Albert Nawipa (15) terpaksa dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wamena.

Yance Tenoye dari Lembaga Kajian dan Advokasi Hukum dan HAM Jayawijaya mengatakan, Albert dipukul oknum polisi yang bertugas di Pasar Potikelek. Setelah dipukul korban sempat disuruh membersihkan pos yang ada di pasar tersebut. 

“Namun setelah keluarga melihat dan mengajak anak itu keluar dari pos, dan mengatakan bahwa pos polisi tersebut bukan tempat kerjanya dan mengajaknya keluar, ia dibawa pulang. Sampai di rumah dari hidung anak ini keluar darah yang tak kunjung berhenti dan akhirnya dibawa ke RSUD Wamena,” katanya. 

Ia mengaku sangat menyayangkan tindakan oknum polisi tersebut, apalagi korbannya anak di bawah umur.  Ia dan keluarga korban juga mengaku belum mengetahui penyebab anak itu dianiaya. 

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat laporan terkait dugaan penganiayaan itu. 

“Saya belum dapat laporan, karena sejak Jumat saya persiapan untuk kunjungan Kapolda ke Wamena,” kata Kapolres.

Terpisah, Ketua Jaringan Advokasi Hukum dan HAM se-Pegunungan Tengah, Theo Hesegem menegaskan, apa yang dilakukan oknum polisi itu tidak profesional. Apalagi korban penganiayaan tersebut anak di bawah umur dan dianiaya di Pasar Potikelek. 

Menurutnya, seharusnya kantor/pos polisi sebagai tempat untuk melayani dan mengayomi masyarakat. (*)

loading...

Sebelumnya

Freeport tak penuhi undangan DPR Papua 

Selanjutnya

Polda Papua siap bantu bareskrim soal Bank Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe