Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Polda Papua siap bantu bareskrim soal Bank Papua
  • Senin, 19 Juni 2017 — 14:13
  • 1234x views

Polda Papua siap bantu bareskrim soal Bank Papua

“Polda Papua dan Bareskrim pasti ada kerjasama, hanya saat ini belum bisa disampaikan bentuknya seperti apa, tetapi yang jelas segala sesuatu yang terkait di daerah, bareskrim selalu berkoordinasi dengan direktorat Reskrim yang ada di sini,” kata Kapolda kepada wartawan saat berkunjung ke Wamena, Sabtu (17/6/2017).
Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Wamena, Jubi – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Boy Ralfi Amar menyatakan siap membantu Bareskrim Mabes Polri dalam penyelidikan maupun penyidikan kasus dugaan korupsi di Bank Papua.

“Polda Papua dan Bareskrim pasti ada kerjasama, hanya saat ini belum bisa disampaikan bentuknya seperti apa, tetapi yang jelas segala sesuatu yang terkait di daerah, bareskrim selalu berkoordinasi dengan direktorat Reskrim yang ada di sini,” kata Kapolda kepada wartawan saat berkunjung ke Wamena, Sabtu (17/6/2017).

Menurut Boy, pihaknya masih menunggu rencana penyidikan yang akan dilaksanakan ke arah mana dan bahkan bisa bermacam-macam, sehingga tidak bisa dikatakan ke sini atau ke situ, tetapi akan dilihat terlebih dahulu urgensi keterangan dari siapa yang diperlukan dalam proses penentuan alat bukti.

“Jadi, bila diperlukan siapapun bisa beri keterangan itu. Prinsipnya, dalam kejahatan, dalam pembuktian itu meminta keterangan kepada pihak terkait, terkait dari peristiwa ini terkait masalah apa, kerugian negara yang 100 miliar itu nanti ke mana dan dipakai oleh siapa, apa kejahatan yang bersangkutan,” tegasnya.

Sejak April lalu, Mabes Polri bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) telah menyita dan melelang tiga kapal kargo yang merupakan hasil penyitaan dalam kasus korupsi di Bank Papua. Tersangka dalam kasus ini adalah mantan Dirut bank tersebut berinisial JK. Kamis (15/6/2017) Bareskrim Polri menegaskan kembali status JK sebagai tersangka.

"Sudah ada 1 tersangka inisial JK, mantan dirut bank," ungkap Kabareskrim Komjen Ari Dono melalui keterangan tertulis.

Menurut Kabareskrim, penyimpangan oleh Bank Papua tersebut melibatkan dua perusahaan yakni PT Sarana Bahtera Irja (PT SBI) dan PT Vita Samudra (PT Vitas).

Penyimpangan dilakukan pada tahap analisis dan persetujuan kredit hingga penyimpangan pada tahap pencairan kredit. Lalu dana pencairan kredit itu digunakan untuk kepentingan pribadi. Selain itu pemberian restrukturisasi yang tidak memenuhi persyaratan dan peruntukan sehingga berujung pada macetnya pembayaran kredit saat jatuh tempo.

Misalnya, saat jatuh tempo, PT Vitas tidak dapat melunasi kreditnya sehingga terdapat tunggakan sebesar Rp73,09 miliar dan tunggakan bunga sebesar Rp16,03 miliar.

“Kerugian negara terbilang besar, maka sejumlah tindakan telah dan akan dilakukan,” jelas Kabareskrim.

Sebelumnya, JK menurut temuan BPK melakukan penyimpangan dalam pemberian fasilitas kredit BPD Papua ke PT SBI dan PT Vitas. Dalam hal ini JK diduga melakukan tindakan pidana pencucian uang. (*)

loading...

Sebelumnya

Diduga oknum polisi aniaya anak di bawah umur 

Selanjutnya

Lukas Enembe kembalikan formulir pendaftaran balon gubernur

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe