Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Gorengan laris manis, sehari terjual 1.000 buah  
  • Senin, 19 Juni 2017 — 18:20
  • 1395x views

Gorengan laris manis, sehari terjual 1.000 buah  

Rani (35) yang sehari-harinya berdagang gorengan di los pasar Enarotali mengatakan, setiap hari mampu menjual 1.000 buah gorengan. Baginya berjualan gorengan merupakan cara keluarganya mendapatkan penghasilan.
Penjual gorengan di pasar tradisional Enarotali, Paniai – Jubi/ Abeth You.
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
 
Paniai, Jubi - Ramainya pengunjung di pasar tradisional Enarotali, Paniai tiap hari Senin justru mendatangkan berkah bagi penjual gorengan di pasar tersebut. Apalagi bulan Ramadan merupakan bulan berkah bagi sejumlah pedagang kaki lima.
 
Rani (35) yang sehari-harinya berdagang gorengan di los pasar Enarotali mengatakan, setiap hari mampu menjual 1.000 buah gorengan. Baginya berjualan gorengan merupakan cara keluarganya mendapatkan penghasilan.
 
“Setiap hari minimal seribu biji yang terjual, terbanyak pisang goreng dan tempe yang saya jual,” terangya ketika dijumpai Jubi, Senin (19/6/2017).
 
Sambil mengaduk gorengannya, disebutkan bahan baku yang sulit didapatkan adalah tempe dan tahu, karena dalam sepekan harga makanan ini tiba-tiba naik tajam. Alasannya karena dikirim dari Kabupaten Nabire melalui jalur darat dengan jarak 200 km.
 
“Meski demikian, saya tidak mempermasalahkan soal itu, karena pelanggan memang tetap banyak,” kata wanita Jawa Timur yang telah 20 tahun tinggal di Paniai ini.
 
Selain itu, ia juga membuka lapak di depan Masjid Enarotali pada sore hari untuk menjual beberapa makanan berbuka puasa bagi muslim.
 
Yosep, warga Enarotali mengaku, untuk mendapatkan gorengan Bu Rani mereka harus antre, bahkan menitip pesan sejak siang.
 
“Yang beli antre terlebih-lebih menjelang buka puasa, karenanya harus antre atau pesan,” katanya.
 
Meski gorengannya laris manis, Rani enggan menyebutkan berapa pendapatannya selama Ramadan. Namun, ia mengaku semua gorengan yang dijua dihargai sama seperti tempe, pisang goreng, tahu, dan pisang molen. Harga per buah Rp1.500.
 
“Setiap hari pasti habis, kalau sudah sorean dikit pasti ramai, masyarakat Tarakan sukanya goreng-gorengan, makanya laris manis,” katanya.
 
Ditanya berapa keuntungan jualannya, ia enggan membuka rahasia.
 
“Ya Alhamdulillah cukup untuk makan keluarga,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Disperindag Papua dan Distrik Heram gelar pasar murah

Selanjutnya

Transaksi penjualan di pasar murah BI capai Rp450 juta

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe