Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pimpinan Caledonian Union menyesal serukan boikot pemilu
  • Selasa, 20 Juni 2017 — 09:55
  • 1354x views

Pimpinan Caledonian Union menyesal serukan boikot pemilu

Pimpinan kelompok prokemerdekaan di Kaledonia Baru, Caledonian Union, menyesal telah menyerukan boikot pemilu parlemen Prancis.
Daniel Goa, tokoh separatis./RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Noumea, Jubi – Pimpinan kelompok prokemerdekaan di Kaledonia Baru, Caledonian Union, menyesal telah menyerukan boikot pemilu parlemen Prancis. Penyesalan ini datang setelah mereka melihat hasil perolehan suara dalam pemilu parlemen yang dimenangkan secara mutlak oleh kubu antikemerdekaan di Kaledonia Baru.

Partai Caledonian Union menyerukan para pendukungnya untuk tidak berpartisipasi dalam pemilu parlemen kemarin dengan alasan mereka hanya akan fokus pada persiapan referendum kemerdekaan tahun depan. Caledonian Union tak hanya kali ini menyerukan boikot pemilu, melainkan saat pemilu presiden lalu pun mereka menyerukan boikot.

Salah seorang pimpinan Caledonian Union yang juga dikenal sebagai tokoh separatis, Daniel Goa, sempat menyerukan untuk mendukung salah satu kandidat anggota parlemen dari kubu prokemerdekaan, Louis Mapou. Namun, hal itu Daniel lakukan hanya beberapa hari menjelang pencoblosan. Rupanya seruan itu tidak tersampaikan dan para pendukungnya sudah melakukan boikot pemilu.

Dua kursi jatah teritori dikuasai sepenuhnya oleh Caledonia Together yang menentang kemerdekaan teritori tersebut dari Prancis. Philippe Gomes, yang merupakan anggota parlemen petahana berhasil mempertahankan kursinya dengan mengalahkan kandidat dari kubu prokemerdekaan, Louis Mapou. Satu kursi lainnya dimenangkan oleh Menteri Anggaran, Philippe Dunoyer setelah mengalahkan Sonia Backes dari kubu antikemerdekaan, Partai Republik.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Nouvelles Caledoniennes, Goa mengatakan bahwa seruan boikot pemilu oleh kubu prokemerdekaan sangat salah. Akibatnya, sekarang kelompok prokemerdekaan tidak memiliki satu pun kursi di parlemen Paris.

Seruan mendukung Louis Mapou dinilai terlambat dan sulit mendongkrak raihan suara bagi Mapou. Perolehan suara Mapou mencapai 12.000 suara, sementara Philippe Gomes meraih 19.000 suara.

Karena seruan boikot, tingkat partisipasi politik pemilu di kota-kota yang dipimpin oleh walikota dari Caledonian Union sangat rendah. Bahkan, di Ouvea persentase orang tidak memilih sebesar 92 persen. **

loading...

Sebelumnya

Kubu antikemerdekaan menang mutlak di Kaledonia Baru

Selanjutnya

Gejolak di area tambang Bougainville terus berlanjut

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6111x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5713x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3800x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe