Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Sidak pasar, harga komoditi di Papua stabil
  • Rabu, 21 Juni 2017 — 08:37
  • 751x views

Sidak pasar, harga komoditi di Papua stabil

Tim terpadu juga mendatangi pelabuhan Jayapura untuk mengecek proses pendistribusian sembako ke daerah-daerah pedalaman.
Tim terpadu saat melaksanakan inspeksi mendadak di salah satu pasar tradisional - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi - Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen bersama Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto, Kepala Disperindag Papua, Kepala Bulog, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Papua serta instansi terkait lainnya melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) harga dan persediaan sembako pada beberapa pasar tradisional dan modern menjelang lebaran. 
 
Tim terpadu juga mendatangi pelabuhan Jayapura untuk mengecek proses pendistribusian sembako ke daerah-daerah pedalaman.
 
"Sampai hari ini harga kebutuhan pokok masih stabil dan stok kebutuhan menjelang idul fitri masih memadai. begitu juga dengan pendistribusian tergolong masih normal," kata Hery kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (20/6/2017).
 
Menurut Hery, pihak Pelindo mengalami sedikit hambatan karena terjadi kerusakan pada salah satu alat bongkar muat (crane) di pelabuhan. Kerusakan itu menyebabkan berkurangnya jumlah kontainer yang dapat dikirim. “Biasanya sekitar 10-15 kontainer, tapi karena kerusakan itu hanya sekitar tujuh kontainer dalam sehari.” Ia menambahkan, pihak pelindo berjanji untuk mengatasi masalah tersebut secepatnya. 
 
Menyinggung harga jual bawang putih yang sempat tembus harga Rp120 ribu per kilo, Hery meyakini ada permainan di tingkat distributor dan pedagang.
 
"Sepertinya ada penimbunan, namun ketika bulog melaksanakan perintah dari kementerian perdagangan akhirnya semua diturunkan, seolah-olah pasar ada strum pasar dengan akumulasi yang tidak kelihatan, sehingga stok-stok lain bermunculan," kata Hery.
 
Dia menambahkan, dari hasil sidak juga didapati harga jual bawang merah bervariasi. Di pasar modern (hypermart) bawang lokal dijual Rp65 ribu per kilo, sementara di pasar tradisional diharga Rp40-45 ribu per kilo. 
 
"Begitu juga dengan komoditi cabai rawit, cabai keriting dan lainnya. Meskipun begitu, semua masih tergolong stabil," kata Hery. 
 
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto  mengatakan saat ini sudah ada satgas pangan yang mendatangkan stok bawang putih dari Surabaya, sehingga bisa menstabilkan harga.
 
Menurutnya, kemungkinan besar hal ini juga terjadi pada komoditas bawang merah. Oleh karena itu harga dipasaran bervariasi, dimana ada yang menjual Rp65 ribu per kilo, Rp45 ribu dan Rp40 ribu.
 
"Ini memang ada sedikit kenaikan, tetapi nanti akan diteliti lebih lanjut oleh satgas pangan apakah ada permainan atau tidak," ucapnya.
 
Dia menambahkan, keberadaan Satgas pangan sangat membantu karena bisa melakukan tindakan hukum. Jadi jangan lagi para pedagang dan distributor yang menimbun. “Karena kalau ketahuan akan dikenakan sanksi pidana,” katanya. (*)  
 

loading...

Sebelumnya

AC pesawat rusak, Trigana kecewakan penumpang

Selanjutnya

Gubernur Papua minta LPBJ independen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4885x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2803x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2702x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe