Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Komunitas Pegiat Sagu Papua gelar festival sagu
  • Kamis, 22 Juni 2017 — 08:49
  • 1169x views

Komunitas Pegiat Sagu Papua gelar festival sagu

Ketua Komunitas Pegiat Sagu Marshall Suebu di Kampung Kwadeware, Jayapura, Rabu (21/6/2017) mengharapkan agar kegiatan dengan tema “Sagu Hidupku” dapat digelar pada tahun-tahun mendatang. 
Marshall Suebu selaku Ketua Komunitas Pegiat Sagu Papua saat menyerahkan penghargaan kepada petani sagu secara sukarela – JubiYance Wenda
Yance Wenda
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Sentani, Jubi – Untuk menindaklanjuti peraturan daerah (perda) perlindungan sagu di Kabupaten Jayapura, Komunitas Pegiat Sagu menggelar Festival Hutan Sagu (FHS) yang diramaikan oleh suku-suku, seperti suku Sentani, Korowai dan Marind.

Ketua Komunitas Pegiat Sagu Marshall Suebu di Kampung Kwadeware, Jayapura, Rabu (21/6/2017) mengharapkan agar kegiatan dengan tema “Sagu Hidupku” dapat digelar pada tahun-tahun mendatang. 

“Kenapa ada hari lingkungan hidup, hari pendidikan dan hari-hari besar yang lain, bisa ka tidak kita bikin satu hari itu hari sagu? Supaya semua orang itu mengenang hari sagu,” katanya. 

Ia menjelaskan, tiap orang di bawah hutan sagu memiliki banyak aktivitas. Salah satunya di Vale, salah satu rumah di dusun sagu orang Sentani.

“Konsepnya adalah semua aktivitas yang dilakukan di dalam hutan sagu dan kita berterima kasih kepada suku Koroway suku terasing 40 tahun yang lalu dengan rumah pohonnya.  Mereka sudah ada di sana dan kita mau ajar generasi itu jangan hanya pohonnya saja tapi prosesnya juga, dan juga ada rumah-rumah dari suku Marind dan dari suku Sentani Vale yang hanya ada di hutan sagu,” katanya.

Ia juga berpesan agar masyarakat melindungi hutan sagu. “Kita harap pemerintah daerah bisa merevisi supaya jangan ada lagi hutan-hutan sagu yang dilepas. Jangan lagi ada sagu-sagu yang ditebang, kemudian dibuang seperti sampah, karena itu adalah pohon kehidupan,” katanya. 

Pada kesempatan tersebut pihaknya memberikan penghargaan kepada orang-orang yang setia menanam sagu walaupun mereka tinggal di daerah yang sulit dijangkau. 

Koordinator Dewan Adat Suku (DAS) Kabupaten Jayapura, Daniel Toto, yang mewakili sembilan DAS mengatakan, sagu memilki tiga unsur yaitu sandang, pangan dan papan. Tiga unsur ini sudah dilupakan karena banyak barang-barang formalin dari pabrik.

Ia mengatakan, dengan berlangsungnya kegiatan ini mengingatkan kita akan perlunya melindungi sagu. 

“Akar sagu lebih banyak menahan air. Saya sangat mendukung apa yang dilakukan pegiat sagu dari Kabupaten Jayapura,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Kebersihan Pasar Pharaa harus ditingkatkan 

Selanjutnya

FDS harus hargai karya cipta masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe