Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Dirut Bank Papua: kami hanya bermasalah di kredit
  • Kamis, 22 Juni 2017 — 13:51
  • 1339x views

Dirut Bank Papua: kami hanya bermasalah di kredit

Yang menjadi permasalahan utama, katanya, adalah masalah perkreditan. Kredit macet di Bank Papua, katanya, Rp1 triliun dan Rp2,06 triliun lainnya dalam keadaan bermasalah.
Jajaran direksi Bank Papua saat melakukan konperensi pers dengan wartawan di Jayapura -  Jubi / Sindung Sukoco.  
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi - Menjawab beberapa permasalahan di Bank Papua, manajemen Bank Papua akhirnya angkat bicara. Direktur Utama Bank Papua F Zendrato mengatakan, bank yang dipimpinnya dan milik rakyat Papua tersebut dalam kondisi baik-baik saja.
 
Yang menjadi permasalahan utama, katanya, adalah masalah perkreditan. Kredit macet di Bank Papua, katanya, Rp1 triliun dan Rp2,06 triliun lainnya dalam keadaan bermasalah.
 
Untuk itu, Zendrato mengaku telah melakukan upaya penagihan, pencairan penjaminan dengan upaya pribadi debitur dengan jangka waktu dan pencairan jaminan melalui pelelangan negara.
 
"Restrukturisasi utang, terus melakukan penagihan dan kredit yang bagus lakukan restrukturisasi, secara keseluruhan proses bisnisnya untuk mengarah lebih baik, kita bentuk tim analisis independen sehingga ke depan semua pemberian kredit harus dibahas di sini," ujarnya.
 
Ia juga merinci rencana ke depan, salah satu melakukan pembenahan dengan evaluasi dan penghentian operasional kantor cabang pembantu di Jakarta, Manado, Yogyakarta, Surabaya, dan Toraja, serta lainnya khususnya di luar Papua dan Papua Barat.
 
Kemudian, kedua melakukan pembenahan serta evaluasi internal tak hanya pegawai dan staf untuk menuju profesionalisme pegawai Bank Papua ke depan.
 
Ketiga, melakukan host limit untuk kredit, dimana individu maksimal pemberian plafonnya sampai Rp50 miliar, untuk grup hanya diberikan plafon maksimal Rp75 miliar dan pemberian kredit sindikasi bersama perbankan lainnya yang dibiayai oleh Pemerintah.
 
"Sesuai kajian yang ada kita akan tutup KCP itu setelah lebaran ini, yaitu KCP Mangga Dua, Serpong dan Kelapa Gading, dan lainnya dimana kita akan kaji yang tidak optimal dan tidak efisien akan kita tutup, ada kurang lebih 140 pegawai di PHK tergantung dengan kadar kesalahan secara tegas kita tegakkan di internal dan sesuai aturan OJK," lanjutnya.
 
Zendrato optimistis akan dapat menyelesaikan permasalahan yang membelit dengan dukungan dari berbagai pihak, pemegang saham, dan masyarakat.
 
Ia mengungkapkan, likuiditas Bank Papua sangat baik dengan memiliki kas BI sebesar Rp2,1 triliun dan di bank lain Rp3,2 triliun.
 
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu mengungkapkan, kerugian yang dialami Bank Papua sudah diselidiki OJK sejak 2014 dan ditindaklanjuti oleh Bareskrim menggandeng BPK RI.

"Masyarakat tak perlu khawatir, sebab likuiditas Bank Papua ini aman-aman saja, tidak ada hubungan kolaps yang banyak diberitakan oleh banyak orang," ujar Misran Pasaribu saat dikonfirmasi melalui telepon. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Telkomsel siap hadapi lonjakan trafik saat Idul fitri

Selanjutnya

Baliem Arabica Coffie hadir di arena FDS

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe