Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Dinas Perkebunan minta petani Kakao tidak alih fungsi
  • Kamis, 22 Juni 2017 — 21:17
  • 1455x views

Dinas Perkebunan minta petani Kakao tidak alih fungsi

"Kami akui ada lahan yang dialihfungsikan menjadi sawah maupun kelapa sawit," kata Kepala Dinas Perkebunan Papua, Jhon Nahumury, di Jayapura, Kamis (22/6/2017).
 Ilustrasi Kebun kakao - IST
Alexander Loen
Editor : Yuliana Lantipo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi - Dinas Perkebunan Provinsi Papua meminta masyarakat di kabupaten/kota untuk tidak mengalih fungsikan lahan perkebunan kakao ke sektor lain.

"Kami akui ada lahan yang dialihfungsikan menjadi sawah maupun kelapa sawit," kata Kepala Dinas Perkebunan Papua, Jhon Nahumury, di Jayapura, Kamis (22/6/2017).

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah kabupaten/kota mengeluarkan aturan atau larangan mengenai alih fungsi lahan agar kondisi itu tidak terus berlanjut dan berdampak pada berkurangnya areal perkebunan.

Terpisah, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty mengatakan saat ini gairah untuk menanam kakao di kalangan masyarakat telah muncul kembali. Hal ini dikarenakan perkembangan hama sudah berkurang.

"Kalau bicara soal hama itu di luar kemampuan para teknisi kita. Karena itu, dengan penuh kesabaran dari dinas terkait telah bersinergi menangani hama ini, dan perkembangannya saat ini sudah lebih berkurang," kata Elia.

Selain berkurangnya hama, ujar Elia, dari sisi infrastruktur jalan juga sudah tersedia, sehingga akses jalan untuk mengangkut komoditas kakao, misalnya dari Distrik Yapsi menuju Kabupaten Jayapura, Sentani, tidak terlalu sulit.

"Kakao di daerah Mamta harganya cukup besar nilainya pada kisaran Rp27-29 ribu per kg. Untuk itu, kami terus mendorong beberapa wilayah untuk tetap menanam kakao," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Koperasi berperan perkuat ekonomi rakyat

Selanjutnya

SKPD diminta segera isi dokumen rapat terbatas PON

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2996x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1173x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1152x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe