Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. FDS harus hargai karya cipta masyarakat
  • Kamis, 22 Juni 2017 — 21:26
  • 1320x views

FDS harus hargai karya cipta masyarakat

Budayawan Papua Theo Yepse mengatakan, kegiatan tersebut harus dikelola secara profesional. Selain itu perlu menghargai karya dan cipta pihak-pihak atau masyarakat yang terlibat di dalamnya. 
Tarian di atas perahu (isolo), salah satu acara dalam Festival Danau Sentani (FDS) X 2017 – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Sentani, Jubi – Terobosan Pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada pihak swasta dalam mengelola dan menyelenggarakan Festival Danau Sentani (FDS) kepada pihak swasta disambut antusias oleh masyarakat. Sepuluh tahun kegiatan ini digelar, pihak ketiga tetap dilibatkan. 

Budayawan Papua Theo Yepse mengatakan, kegiatan tersebut harus dikelola secara profesional. Selain itu perlu menghargai karya dan cipta pihak-pihak atau masyarakat yang terlibat di dalamnya. 

“Terima kasih kepada pihak Pemerintah yang sudah melaksanakan FDS selama sepuluh tahun berturut-turut, kita berharap agar pihak swasta harus lebih baik lagi,” katanya kepada Jubi di Sentani, Rabu (22/6/2017). 

Ia mengatakan, semua pihak pasti dilibatkan dalam semua atraksi dan pertunjukan dalam ajang FDS. “Yang terpenting adalah keberpihakan ekonomi kepada masyarakat lokal.

Salah seorang wisatawan mancanegara, Dani ketika mengunjungi lokasi FDS X di Kalkhote, Rabu, mengatakan, meski kegiatan ini dikelola pihak swasta, jangan menghilangkan keaslian budayanya masyarakat setempat. 

Ia juga menekankan agar generasi muda harus banyak berperan di dalam kegiatan tersebut. “Publikasi FDS harus dilakukan di Bali karena melalui tempat yang banyak dikunjungi wisata mancanegera akan juga berdampak kepada kunjungan mereka di FDS,” katanya. 

Ditemui bersamaan, jurnalis Papua, AB Yomo berpendapat, FDS harus beri ruang dan tempat bagi masyarakat lokal apabila dikelola oleh pihak swasta. 

“Selama sepuluh tahun mama-mama dan para pedagang yang datang mencari keberuntungan ekonomi untuk kebutuhan keluarga belum mendapat tempat yang layak. Hal seperti ini harus menjadi perhatian serius pihak yang mengelolanya,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Komunitas Pegiat Sagu Papua gelar festival sagu

Selanjutnya

Guru dituntut untuk kerja profesional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe