Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. YPPK Jayapura belum bisa terapkan sekolah lima hari
  • Jumat, 23 Juni 2017 — 07:05
  • 545x views

YPPK Jayapura belum bisa terapkan sekolah lima hari

"YPPK pada prinsipnya mendukung segala kebijakan dari pemerintah demi mewujudkan mutu pendidikan di Indonesia, namun terkait dengan lima hari sekolah itu kami merasa perlu untuk pemerintah melihat kembali, bahkan mengundang mitra strategis pendidikan untuk merevisi kembali kebijakan tersebut," katanya.
Bangunan di SMAN PGRI Jayapura. Sekolah swasta di Kota Jayapura disebut masih kekurangan infrastruktur dan tenaga pengajar untuk mengikuti program sekolah lima hari dalam seminggu - Jubi/ Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
 
Jayapura, Jubi - Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) di Tanah Papua khususnya di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura belum bisa menerapkan sistem lima hari sekolah sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendiknud) Nomor 23/ 2017 tentang Hari Sekolah.
 
Hal ini dikatakan Direktur YPPK Kota/ Kabupaten Jayapura Silvester Logea, S.Sos kepada Jubi di Jayapura, Kamis (22/6/2017).
 
"YPPK pada prinsipnya mendukung segala kebijakan dari pemerintah demi mewujudkan mutu pendidikan di Indonesia, namun terkait dengan lima hari sekolah itu kami merasa perlu untuk pemerintah melihat kembali, bahkan mengundang mitra strategis pendidikan untuk merevisi kembali kebijakan tersebut," katanya.
 
Dikatakan, ada beberapa alasan mendasar untuk di Papua, berdasarkan survei dan pengalaman dan apa yang terjadi di Papua bahwa full day, atau belajar dari pagi hingga sore hari anak-anak di sekolah sangat tidak tepat diberlakukan di Papua.
 
"Alasannya, sebagian anak-anak kita dari pagi hingga siang hari tidak makan, yang berikutnya, kalau hal tersebut diberlakukan maka akan memberikan beban lebih kepada orang tua dengan menambah uang saku untuk peserta didik, kecuali pemerintah mempunyai komitmen untuk menyediakan makan siang atau makan ringan dan juga fasilitas yang terjamin sehingga sekolah bisa dijadikan rumah kedua bagi peserta didik," ujarnya.
 
Jika itu belum bisa dijamin, Silvester berharap pemerihtah pusat terlebih Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota harus meninjau kembali peraturan tersebut. Atau menyediakan beberapa sekolah menjadi pilot proyek, seperti sekolah berpola asrama atau sekolah yang pembiayaannya oleh APBD.
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa mengatakan, untuk sekolah swasta yang belum memberlakukan sekolah lima hari tidak menjadi masalah. Namun ia berharap ke depan bisa dilaksanakan. (*)

Sebelumnya

Herbal KFC promosi di Festival Danau Sentani

Selanjutnya

Jelang lebaran, makanan kedaluarsa ditemukan di seluruh provinsi Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe