Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Pengojek ini raup Rp 480 ribu sehari selama Idulfitri
  • Selasa, 27 Juni 2017 — 08:30
  • 2034x views

Pengojek ini raup Rp 480 ribu sehari selama Idulfitri

“Dari pagi sampai sekarang baru Rp 480.000.  Ya, lumayan dan ini luar biasa, tidak seperti hari biasanya yang hanya mendapat Rp 120.000 sampai malam,” katanya kepada Jubi Senin sore di Kaimana. 
Ilustrasi tukang ojek - Jubi/Dok
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Kaimana, Jubi – Hingga hari kedua Idulfitri 1 Syawal 1438 Hijriah, Senin, 26 Juni 2017, jasa antar jemput bagi penumpang di Kaimana, Papua Barat, sepertinya menjadi berkah tersendiri bagi tukang ojek. 

Hal ini dialami Puji, salah seorang tukang ojek di Kaimana yang mengaku mendapatkan hingga ratusan ribu sehari dari jasa ojek.  

“Dari pagi sampai sekarang baru Rp 480.000.  Ya, lumayan dan ini luar biasa, tidak seperti hari biasanya yang hanya mendapat Rp 120.000 sampai malam,” katanya kepada Jubi Senin sore di Kaimana. 

Ia mengaku hanya sebagai tukang bangunan. Kini memanfaatkan paruh waktu untuk mengisi libur Lebaran untuk menjadi tukang ojek. 

“Ini sementara saja, untuk mencari makan-minum. Tahun ini memang saya rasakan sulit sekali mendapatkan uang,” kata pria 29 tahun ini. 

Meski mengojek saat Lebaran, tarif yang dipungutnya relatif normal. Dari Kaimana—ibu kota kabupaten ini menuju Krooy—hanya dipungut biaya Rp 5.000 per penumpang. Sementara rute Kaimana – Air Merah dikenakan Rp 6.000 per penumpang. 

“Pokoknya (tarif) sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pengurus walaupun hari raya, Pak. Kalau teman-teman lain mau menaikkan, itu terserah mereka. Saya tidak berani (menaikkan tarif),” katanya. 

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Angkutan Darat Dinas Perhubungan dan Informatika Kabupaten Kaimana, Syamsudin Maswatu mengharapkan agar tukang ojek mematuhi tarif yang ditetapkan pihaknya.

“Ojek ini kan bukan angkutan umum. Mereka ini telah membantu masyarakat. Oleh karena itu, harus ada sebuah asosiasi yang bisa menangani mereka,” kata Syamsudin. 

Karena di Kaimana sudah banyak pengojek dengan ciri pengental identitas helm merah, kuning, hijau, biru, putih, lanjutnya, justru membingungkan masyarakat. Di lain sisi mereka tidak membayar pajak. Oleh sebab itu, harus ada asosiasi khusus pengojek. 

“Kalau ada asosiasi yang membawahi banyaknya pengurus ojek ini kan bisa diarahkan baiknya bagimana,” katanya. (Jacob Owen)

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa dan pemuda tolak reklamasi Tembok Berlin

Selanjutnya

Empat drum BBM di Kaimana ludes terbakar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe