Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Sudah sepekan SMPN I Merauke dipalang
  • Rabu, 28 Juni 2017 — 18:23
  • 2050x views

Sudah sepekan SMPN I Merauke dipalang

Meskipun proses belajar mengajar belum berlangsung, namun sejumlah guru tak bisa menyelesaikan pekerjaan lain di kantor, lantaran takut membuka pintu pagar yang dipalang. 
Pintu pagar SMPN I Merauke yang dipalang dengan pemasangan sasi – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
[email protected]tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Merauke, Jubi- Kurang lebih satu minggu terakhir, pintu pagar masuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Merauke, dipalang oleh masyarakat pemilik hak ulayat dari marga Mahuze. Mereka memalang dengan memasang sasi berupa janur kelapa. Akibatnya, tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah  itu. 

Disaksikan Jubi Rabu (28/6/2017), nampak pintu pagar belum dapat dibuka, karena diikat dengan janur pohon kelapa oleh masyarakat pemilik hak ulayat. 

Meskipun proses belajar mengajar belum berlangsung, namun sejumlah guru tak bisa menyelesaikan pekerjaan lain di kantor, lantaran takut membuka pintu pagar yang dipalang. 

“Memang masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Hanya saja, pintu pagar dipalang. Sehingga kami takut membuka, apalagi dipasang dengan janur,” ujar salah seorang guru SMPN 1 Merauke, Trisno. 

Dia sangat berharap pemerintah memfasilitasi dengan menyelesaikan persoalan dimaksud. Sehingga para guru juga leluasa mengajar 

“Memang saat ini anak-anak masih libur. Kalau mereka sudah masuk sekolah dan pintu pagar belum dibuka, tentunya kegiatan belajar mengajar tak bisa dilangsungkan,” katanya. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Felix Liem Gebze mengaku, tanah di SMPN I telah memiliki sertifikat.

“Dari laporan yang saya terima, tidak diketahui siapa yang memasang sasi. Tetapi katanya marga Mahuze,” tuturnya. 

Felix berjanji akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan  Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Imbuti  sekaligus duduk bersama dengan pemilik hak ulayat untuk membicarakannya kembali, agar sesegera mungkin pintu pagar dibuka dan proses belajar mengajar berlangsung seperti biasa. (*)

loading...

Sebelumnya

Masyarakat di SP7 galang dana guna rampungkan gereja

Selanjutnya

Soal diare di Kimaam, DPRD Merauke akan temui bupati

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6255x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5839x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4003x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe