Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Rayakan 25 tahun Imamat, Pater Neles: damai harus diperjuangkan
  • Kamis, 29 Juni 2017 — 13:39
  • 2156x views

Rayakan 25 tahun Imamat, Pater Neles: damai harus diperjuangkan

Pater Neles mengatakan perayaan ini merupakan wujud pernyataan syukurnya kepada Allah atas pertolongan-Nya selama 25 tahun menjadi imam. Kata dia, dalam pelayanan sudah banyak suka dan duka yang telah dilalui.
Perayaan 25 tahun Imamat bersama ribuan umat Katolik Dekenat Kamuu, Mapia Piyaiye, Dekenat Paniai dan Dekenat teluk Cendrawasih di Paroki Maria Immaculata Moanemani, Rabu (25/6/2017).
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
 
Dogiyai, Jubi - Romo Diosesan (RD) Pastor Dr. Neles Tebai Kebadabi merayakan 25 tahun Imamat bersama ribuan umat Katolik Dekenat Kamuu, Mapia Piyaiye, Dekenat Paniai dan Dekenat teluk Cendrawasih di Paroki Maria Immaculata Moanemani, Rabu (25/6/2017).
 
Pater Neles mengatakan perayaan ini merupakan wujud pernyataan syukurnya kepada Allah atas pertolongan-Nya selama 25 tahun menjadi imam. Kata dia, dalam pelayanan sudah banyak suka dan duka yang telah dilalui.
 
Usai ibadah, RD Neles Tebai mengatakan damai itu harapan dan hasrat terdalam dari setiap orang tanpa bedakan suku, ras, budaya dan agama serta kedudukan. “Setiap orang membutuhkan damai,” katanya.
 
Damai itulah yang diperjuangkan oleh setiap orang. Jelas RD Neles, damai itu menyangkut semua aspek, baik itu aspek kesehatan, kesejahteraan, tempat tinggal yang layak, pendidikan, keadilan, penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).
 
“Semua orang mendambakan damai dalam berbagai aspek dalam kehidupan manusia sesuai dengan tugas dan panggilan setiap orang,” jelasnya sambil menambahkan “Sehingga, damai harus diperjuangkan setiap diri kita.”
 
Kedamaian, kata RD Neles, merupakan dambaan dari setiap insan manusia entah ada peristiwa maupun tidak. Tapi, perlunya damai itu semakin akan terasa dan menjadi kebutuhan ketika terjadi sebuah peristiwa. Peristiwa yang dimaksud seperti, peristiwa penganiayaan, penindasan, ketika terjadi pembungkaman demokrasi, maka hasrat akan hadirnya sebuah kedamaian akan semakin terasa.
 
Sehingga, orang akan mengungkapkan kerinduannya. Karena, merasakan kedamaian merupakan kebutuhan dari setiap orang. “Maka itu, setiap orang tanpa bedakan agama, suku, ras dan agama secara bersama perjuangkan perdamaian itu sendiri,” katanya.
 
Untuk perjuangkan kedamaian, kata RD Neles lagi, semua orang telah dipanggil sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Perjuangan akan damai pertama harus dimulai dari diri sendiri, sehingga damai itu yang dibagikan kepada orang lain,” pesannya.
 
Damai menjadi kebutuhan utama, tambah RD Neles, karena orang masuk rumah sakit karena butuh dan mengharapkan damai. Orang menuntut penyelesaian kasus pelanggaran HAM juga butuh dan mengharapkan damai pula. “Orang kerja juga butuh kedamaian karena damai juga ada hubungannya dengan kesejahteraan,” tambahnya.
 
Pada setiap manusia yang sakit dan lapar tidak ada kedamaian. Untuk mencapai kedamaian, hal-hal yang membuat orang lain sakit dan lapar, memang mesti diatasi secara bersama.
 
Pada kesempatan yang sama, ia juga mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah atas rahmat-Nya pada dirinya. Sejak ia ditahbiskan menjadi imam, 25 tahun sudah banyak hal yang Allah telah nyatakan. “Saya bisa melayani atas kehadiran dan bantuan dan kasih Allah,” ungkapnya.
 
Ia meyakini, dalam 25 tahun mendatang juga kasih Allah yang sama akan membimbing dalam pelayanan ke depan. “Sehingga damai  itu akan diperjuangkan terus dengan kehadiran dan bantuan Allah,” yakinnya.
 
Ia juga meminta dukungan doa lagi kepada seluruh umat yang hadir. Kata dia, ke depan pasti akan ada banyak persoalan yang akan dihadapinya. Dirinya meyakini, untuk ke depan akan ada banyak pastor orang Mee.
 
Setiba di Dogiyai, Jumat (23/6/2017) RD Neles disambut ratusan umat Paroki St. Maria Immaculata, wilayah Egebutu, dan quasi paroki St. Petrus Mauwa. Mulai diarak dari depan kantor Bappeda Dogiyai hingga di pastoran Paroki Moanemani.
 
Minggu (25/6/2017) Pater Neles Tebai Kebadabi merayakan 25 tahun Imamat di gereja St. Yohanes Pemandi Wagete. Gereja tersebut merupakan tempat dimana Pater Neles pertama kali ditahbiskan.
 
Selanjutnya, Selasa (27/6/2017) Pater Neles mengunjungi seraya merayakan syukurnya kepada Allah di tempat kelahirannya; Goodide. “Saya dilahirkan di Goodide. Maka, atas izin Allah, saya bersama umat di stase St. Yohanes Pemandi Goodide kami rayakan 25 tahun imamat saya,” katanya.
 
Ketua Panitia Perayaan Pesta Perak Imamat 25 Tahun, RD Neles Kebadabi Tebai, Piter Patanduk mengatakan misa perayaan pesta perak imamat umat di Dogiyai panitia perayaan ini sudah bekerja dari beberapa waktu lalu.
 
“Misa perayaan Imamat 25 Tahun, RD Neles Kebadabi Tebai sudah berjalan dengan baik,” katanya.
 
Ia merasa bersyukur karena banyak umat yang datang juga dari dekenat teluk Cendrawasih, dekenat Kamuu Mapia Piyaiye dan dekenat Paniai. (Philemon Keiya)
 

loading...

Sebelumnya

Warga Dogiyai keluhkan jaringan Telkomsel

Selanjutnya

Perdana, TK/PAUD Anugrah Ekemanida wisudai 26 anak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe