Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Jangan jadikan noken untuk kepentingan politik 
  • Jumat, 29 Juni 2017 — 13:45
  • 1612x views

Jangan jadikan noken untuk kepentingan politik 

“Wagub Papua dan kroninya stop atas nama jabatan untuk manfaatkan noken. Sebab noken itu keringat mama Papua, termasuk mamamu. Anda punya tujuannya hanya sesatkan pengrajin, pekerja keringat di tanah Papua,” katanya ketika ditemui Jubi di Deiyai, Kamis (29/6/2017).
Perempuan asli suku Mee di wilayah adat Meepago, Provinsi Papua memakai noken hasil rajutannya pada suatu kesempatan – Jubi/Abeth You 
Abeth You
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Deiyai, Jubi – Ketua Lembaga Ekologi Papua, Titus Pekey meminta agar noken tidak dijadikan sarana kampanye untuk kepentingan politik menjelang pikada.

Hal ini dikatakan Titus menyusul program “Syal for Noken” baru-baru ini di Jayapura oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal.

“Wagub Papua dan kroninya stop atas nama jabatan untuk manfaatkan noken. Sebab noken itu keringat mama Papua, termasuk mamamu. Anda punya tujuannya hanya sesatkan pengrajin, pekerja keringat di tanah Papua,” katanya ketika ditemui Jubi di Deiyai, Kamis (29/6/2017).

Ia bahkan mempertanyakan atas desakan dan saran siapa sehingga melakukan syal noken itu?  

“Harus tahu diri. Saya minta jangan sekali-kali mnyepelekan orang yang promosi noken sebenarnya,” kata alumnus Universitas Indonesia, yang berhasil menjadikan noken diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda, 5 Desember 2012 di Paris, Prancis ini.

Ia mengatakan, tas rajutan asli Papua ini sudah ada sejak leluhur orang asli Papua ada. “Kami hanya lanjutkan saja di UNESCO. Maka, isu murah ‘mana ko punya noken’ tak sepadan katakan kepada manusia noken di tanah Papua,” katanya. 

Terpisah, Wagub Papua, Klemen Tinal melalui kordinator Syal Noken Papua, Zakius Degey mengatakan, pihak melaksanakan sosialisasi  penggunaan dengan program “Syal for Noken” merupakan salah satu bentuk kecintaan warisan leluhur Papua. 

“Ini kami lakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Terlebih itu bentuk kecintaan kami terhadap warisan budaya Papua ini. Sebab, noken Papua sudah UNESCO sebagai salah satu warisan budaya asal tanah Papua,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Perdana, TK/PAUD Anugrah Ekemanida wisudai 26 anak

Selanjutnya

6 bulan insentif tak dibayar, guru honor di Timika demo kepala dinas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32960x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8998x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6515x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5999x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5671x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe