Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Pemandangan Kampung Wutung Sandaun Province, PNG menarik pengunjung Kota Jayapura
  • Jumat, 30 Juni 2017 — 07:12
  • 1713x views

Pemandangan Kampung Wutung Sandaun Province, PNG menarik pengunjung Kota Jayapura

"Harga masuk ke lokasi tak mahal hanya Rp 10.000,- saja per orang kalau anak-anak tak usah bayar," katanya kepada Jubi dalam bahasa Indonesia yang sangat fasih, Kamis (29/6/2017)
Masyarakat PNG di perbatasan RI-PNG menunggu bis untuk bepergian ke Vanimo, ibukota Provinsi Sandaun - Jubi/Dominggus Mampioper
Dominggus Mampioper
dominggusmampioper@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Jayapura, Jubi- Warga Kota Jayapura yang membanjiri perbatasan Kamis (28/6/2017) mencapai 2000 sehingga tempat parkir semua penuh. Tak heran kalau warga kampung Wutung memanfaatkan peluang ini untuk menawarkan pemandangan seharga Rp 10.000,-

Jacksen pemuda asal Kampung Wutung menjaga pintu masuk ke lokasi vieuwpemandangan di areal wilayah Papua New Guinea. Tak heran kalau banyak pengunjung yang memanfaatkan peluang ini untuk mengabadikan gambar kampung Wutung.

"Harga masuk ke lokasi tak mahal hanya Rp 10.000,- saja per orang kalau anak-anak tak usah bayar," katanya kepada Jubi dalam bahasa Indonesia yang sangat fasih, Kamis (29/6/2017)

Dia mengatakan pengunjung yang masuk ke lokasi ini cukup banyak, hampir mencapai ratusan warga dari Kota Jayapura.

"Saya senang dengan penghasilan ini untuk kebutuhan sehari-hari,"katanya.

Hal senada juga dikatakan Esly warga Kampung Wutung yang ikut membantu Jacksen.

Sembari menemani Jacksen, sesekali Elsy menengguk minuman keras buatan PNG  Dark Drum.

"Minuman ini kandungan alkohol banyak ada 50 persen," katanya  sambil mengangkat gelas ukuran kecil (sloki atau mini).

Menurut Jacksen bahasa suku di Kampung Wutung hampir sama dengan warga di Kampung Skouw Mabo/Sae Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

"Memang hampir sama tetapi sedikit beda dalam dialek," katanya.

Secara terpisah warga Kampung Skouw Sae yang berkunjung, Markus Membilo mengakui kalau ada kesamaan bahasa hanya saja dialeknya atau ragamnya saja yang berbeda.

Petugas pintu keluar imigrasi di perbatasan Indonesia, Manfred Penaf mengatakan warga Papua Nugini (PNG)yang masuk ke batas RI dan PNG sehari bisa mencapai 500 sampai 1000 orang .

"Mereka biasanya datang untuk berbelanja kebtuhanan sehari-hari seperti mie instant, minuman ringan dan beras," katanya seraya menambahkan.

Hal senada dikatakan anggota Pamtas Perbatasan RI-PNG di pintu masuk Pos Lintas Batas. Ia membenarkan kalau sebanyak 2000 warga dari kota Jayapura berkunjung ke tapal batas.

“Mungkin karena hari libur lebaran karena banyak yang datang ke sini," kata anggota yang bertugas di posko tapal batas.

Kalau hari biasa sepi kata dia terkecuali Sabtu dan Minggu. (*)

loading...

Sebelumnya

Benny Wenda : Indonesia kehilangan argumen politiknya di NZ

Selanjutnya

Warga Papua ajukan uji materi pasal makar di MK

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe