Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Pengkab Percasi Jayawijaya diharap lahirkan pecatur tangguh
  • Jumat, 30 Juni 2017 — 13:34
  • 2033x views

Pengkab Percasi Jayawijaya diharap lahirkan pecatur tangguh

Menurut Klemen Tinal, pengurus percasi Jayawijaya yang baru dilantik, memiliki tanggung jawab yang cukup berat, bagaimana bisa memajukan olahraga catur di Jayawijaya.
Pengurus Percasi Jayawijaya saat dikukuhkan oleh Ketua Percasi Papua, Klemen Tinal-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Dominggus Mampioper
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Wamena, Jubi – Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Papua, Klemen Tinal berharap pengurus Pengkab Percasi Jayawijaya dapat melahirkan pecatur-pecatur tangguh dan handal.

Hal itu disampaikan Klemen Tinal saat mengukuhkan pengurus Pengkab Percasi Jayawijaya periode 2016-2020 di Gedung Ukumearek Asso, Wamena, Kamis (29/6/2017).

Menurut Klemen Tinal, pengurus percasi Jayawijaya yang baru dilantik, memiliki tanggung jawab yang cukup berat, bagaimana bisa memajukan olahraga catur di Jayawijaya.

“Kalau kita bersama-sama bangun komunikasi, konsolidasi saya yakin dan percaya dari tempat ini akan melahirkan pecatur-pecatur yang unggulan. Dengan komitmen yang kuat dan konsistensi dengan program yang jelas, dengan fokus yang ingin dicapai, saya percaya dari Wamena akan lahir pecatur pecatur yang luar biasa,” ungkap Klemen Tinal.

Jika di Wamena sudah ada yang bergelar master nasional, maka ke depan selaku ketua percasi Papua Klemen berharap dapat diarahkan ke pembinaan usia dini.

“Di Wamena ini kita canangkan olahraga catur harus bangkit. Untuk konteks Wamena ini suatu kebanggaan di Provinsi Papua, karena dengan adanya ini kita harap masyarakat pecinta catur terutama di daerah dataran tinggi ini mulai bisa menggairahkan, terutama anak-anak generasi muda,” harap Klemen Tinal.

Bahkan dirinya pun berharap olahraga catur ini dapat dimasukkan dalam ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, agar dapat mengasah kemampuan berfpikir anak, logika, kreativitas dan juga nalar.

“Dengan harapan dimulai dari anak-anak para pengurus yang ada dulu, baru ke sekolah-sekolah. Sehingga kami menghimbau semua kepala daerah dan kepala dinas pendidikan bisa ekstrakurikuler tentang catur ini dimasukkan, karena itu sangat baik buat perkembangan anak,” terangnya.

Ketua Pengkab Percasi Jayawijaya, Max Hattu mengakui bahwa selama dua periode dirinya menjabat sebagai ketua, sudah banyak yang dilakukan dan menghasilkan prestasi yang cukup banyak.

“Untuk Papua kita di empat kali kejurnas, tradisi emas untuk para atlet dari Jayawijaya selalu dapat di beberapa kategori. Untuk harapan catur masuk di ekstrakurikuler, kami pun sudah pernah menyurat ke sekolah-sekolah dan juga dinas pendidikan terkait dengan pembinaan catur usia dini, cuma memang perlu dukungan dan dorongan lagi supaya kita bisa menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” ungkap Max Hattu.

Selain itu tambah Max, perlu adanya persetujuan Bupati untuk mendukung program Percasi Jayawijaya untuk bisa mengenalkan olahraga catur ini di tingkat sekolah dasar, SMP dan SMA.

Sesungguhnya setiap kepala sekolah telah dihubungi, hanya saja masih kesulitan masalah pelatih, karena catur di kelas junior dengan kondisi nol, dipegang diarahkan oleh yang bukan pelatih, ditakutkan atlet tidak memiliki dasar yang kuat, sehingga perlu dilatih oleh ahlinya.

Akhir-akhir ini atlet catur di Jayawijaya sudah ada tiga orang yang bergelar master nasional dan dua orang master Percasi, paling tidak satu orang menangani 20 anak kalau tiga master nasional sudah 60 anak yang dapat belajar catur, sebagai bagian dari program pembinaan usia dini.

“Target kita 2018 catur ini sudah masuk sekolah, karena komunikasi kita sudah jalan dengan dinas pendidikan dan juga guru khususnya sekolah di kota ini,” paparnya. (*)

loading...

Sebelumnya

58 atlet ramaikan Kejurda Catur di Wamena

Selanjutnya

Tidak ada cabor catur saat PON Papua, ibarat sayur tanpa garam

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe