Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. SMA PGRI dan SMAN 4 Jayapura terima ratusan siswa baru
  • Sabtu, 01 Juli 2017 — 17:06
  • 2444x views

SMA PGRI dan SMAN 4 Jayapura terima ratusan siswa baru

Janet menambahkan bahwa pihaknya tidak membeda-bedakan siswa yang berasal dari daerah mana, yang terpenting adalah ijazah dari calon siswa baru tersebut memang ijazah yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan.
Suasana proses belajar mengajar di SMA PGRI Jayapura - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Admin Jubi
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal berita No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi - Sekolah Menengah Atas (SMA) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Jayapura siap menerima siswa baru tahun ajaran 2017-2018. Hal ini ditegaskan Kepala SMA PGRI, Yanet Berotabui kepada Jubi, Sabtu (1/7/2017) melalui sambungan telepon selulernya.

"Tahun ini kami akan membuka pendaftaran murid baru pada 3 Juli 2017 secara serentak dan akan menerima 180 siswa untuk lima kelas," katanya.

Mengenai sistem penerimaan murid baru menurut Yanet, pihaknya belum menggunakan sistem online seperti sekolah-sekolah lain, yang melakukan pendaftaran online.

"Tidak ada sistem online. Calon siswa datang sendiri ke sekolah untuk daftar," ujarnya singkat.

Terkait dengan verifikasi berkas, Janet mengaku akan lebih diperketat soal ijazah calon siswa baru tersebut.

"Soal ijazah memang menjadi salah satu syarat mutlak, dan itu perlu diverifikasi. Saya tidak mau terulang seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Janet menambahkan bahwa pihaknya tidak membeda-bedakan siswa yang berasal dari daerah mana, yang terpenting adalah ijazah dari calon siswa baru tersebut memang ijazah yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan.

"Jadi jangan ada lagi siswa yang datang dengan ijazah palsu. Saya mau tekankan bahwa pendidikan itu memang penting namun bukan berarti ijazahnya harus dibeli. Semua butuh proses, dan proses ini yang harus kita lalui bersama dengan mengikuti pendidikan dari jenjang ke jenjang," ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala SMAN 4 Jayapura, Laba Sembiring mengatakan untuk penerimaan murid baru di sekolah yang dipimpinnya akan dilakukan pendaftaran secara online, dan sudah dibuka sejak hari ini dan ditutup pada tanggal 5 Juli 2017 mendatang.

"Pendaftaran murid baru sudah kami buka dan sistem online. Kami akan menerima siswa baru sebanyak 400 siswa yang nantinya akan menempati 10 kelas," katanya.

Terkait dengan program akselerasi, dirinya mengatakan perkembangan siswa akan dinilai satu tahun berjalan.

"Jadi untuk siswa yang ikut program akselerasi kami akan pantau pada satu tahun berjalan nantinya. Itu dinilai dari kemampuan siswa dalam menerima pelajaran, dan juga aktif dalam memberikan pertanyaan kepada guru dalam proses belajar mengajar. Siapa yang lebih berprestasi akan kami ajukan dalam program akselerasi tersebut," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

200 bayi terserang diare di Merauke, satu meninggal dunia

Selanjutnya

90 persen siswa baru diterima sesuai zonasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6233x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5819x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3995x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe