Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Tim Natalius Pigay dipastikan tiba Merauke bulan ini
  • Minggu, 02 Juli 2017 — 18:36
  • 1441x views

Tim Natalius Pigay dipastikan tiba Merauke bulan ini

Seorang tim perjuangan penyelesaian tanah, Yoseph Kanda Mahuze kepada Jubi Minggu (2/7/2017) mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Komisioner Komnas HAM itu terkait kepastian timnya yang akan datang ke Merauke.
Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigay saat meninjau Pelabuhan Merauke bulan lalu – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:02 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 12:40 WP

Jubi | Portal berita No. 1 di Tanah Papua

Merauke, Jubi - Tim Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigay dipastikan akan tiba bulan ini di Kabupaten Merauke guna menginvestigasi dengan semua pihak termasuk pemilik hak ulayat, terkait tanah Bandara Mopah maupun Pelabuhan Merauke yang belum dibayar pemerintah.

Seorang tim perjuangan penyelesaian tanah, Yoseph Kanda Mahuze kepada Jubi Minggu (2/7/2017) mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Komisioner Komnas HAM itu terkait kepastian timnya yang akan datang ke Merauke.

“Bulan ini mereka tetap datang. Hanya saja, tanggalnya belum dipastikan. Kami tetap optimis Pak Natalis berpihak kepada masyarakat Marind sebagai pemilik tanah ulayat,” katanya.

Hal serupa disampaikan salah seorang pemilik tanah Pelabuhan Merauke, Hendrikus Ndiken. “Memang belum ada kepastian tanggalnya, tetapi Juli ini tim Pak Pigay tetap datang. Karena itu sudah merupakan komitmen Pak Pigay saat melakukan dialog bersama masyarakat Marind bulan lalu,” tuturnya.

Hengky mengaku, pihaknya siap mendampingi tim dari Komnas HAM menggali data serta melakukan peninjauan lapangan, terkait tanah pelabuhan maupun tanah bandara. Selama mereka ada di Merauke, akan dikawal dan didampingi dengan baik.

“Kami ingin memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat Marind-Buti agar dibayar pemerintah, karena sudah puluhan tahun tanah digunakan untuk kepentingan umum, namun belum ada pembayaran sepersen-pun,” tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Puluhan anak diare, Dinkes Merauke kirim tim ke Kimaam

Selanjutnya

Pembangunan gereja Katolik di SP-7 dilanjutkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5952x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2927x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2887x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe