Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Dibayangi krisis, $152 triliun utang global tembus rekor dunia
  • Jumat, 07 Oktober 2016 — 06:45
  • 950x views

Dibayangi krisis, $152 triliun utang global tembus rekor dunia

Berdasarkan monitor fiskal tengah tahun, penelitian terhadap 113 negara menunjukkan bahwa utang saat ini meliputi 225% GDP (Pendapatan Domestik Bruto) global. Dan sektor swasta adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas dua pertiga dari total peningkatan utang tersebut.
Utang global tembus rekor dunia sebesar $152 triliun - businessinsider.com
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan tingkat utang global saat ini mencapai dua kali lipat ukuran ekonomi global dan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Terkait kondisi ini IMF, seperti dilansir The Guardian, Rabu (5/10/2016) mendesak pemerintah-pemerintah dunia bertindak mengatasi rekor utang yang menggunung hingga $152 triliun itu, sebelum menstimulus krisis ekonomi global dan finansial yang baru.

Menurut Vitor Gaspar, direktur departemen urusan fiskal IMF, “$152 triliun adalah rekor tertinggi. Di berbagai tempat di dunia, kita menanggung utang yang luar biasa besar. Di beberapa tempat bahkan tingkat utang tumbuh luar biasa cepat, khususnya korporasi non-finansial.”

Sambil memperingatkan tingkat utang yang tidak saja tinggi namun juga meningkat pesat, IMF menegaskan pentingnya intervensi dini guna mencegah pengulangan resiko yang merusak, seperti peristiwa kolapsnya gelembung kredit perubahan sub-prime di AS hampir sepuluh tahun lalu.

Berdasarkan monitor fiskal tengah tahun, penelitian terhadap 113 negara menunjukkan bahwa utang saat ini meliputi 225% GDP (Pendapatan Domestik Bruto) global.

Dan sektor swasta adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas dua pertiga dari total peningkatan utang tersebut.

Tanggungan Bank Sentral terlalalu besar untuk mempertahankan pertumbuha, ujar IMF, sehingga pengambil kebijakan mesti bertindak sebelum terlambat.

Gaspar menambahkan, utang tersebar tidak merata dan terkonsentrasi di negeri-negeri maju bagian barat, serta beberapa negeri dengan ekonomi besar yang sedang berkembang seperti Tiongkok. Dia menyarankan negeri-negeri yang beresiko menyebabkan instabilitas finansial agar segera melakukan intervensi dan lebih proaktif. 

Laporan IMF mengungkap level keseluruhan utang global tidak pernah turun sejak krisis dan resesi finansial tahun 2007-2009. Tingkat utang sempat melonjak tinggi di akhir perang dunia kedua, namun puluhan tahun pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inflasi moderat membuat penurunan rasio utang pada PDB menurun stabil.

Melonjaknya level utang kali ini menembus krisis tahun 2007-2009, menurut dia disebabkan oleh rendahnya pertumbuhan ekonomi. “Ekspansi AS yang lebih cepat sejak krisis telah mengakibatkan penurunan tajam kewajiban utang swasta di zona eropa,” tambahnya.(*)

loading...

Sebelumnya

Aktivis Hong Kong Joshua Wong ‘ditahan di Thailand’

Selanjutnya

Dewan Keamanan favoritkan António Guterres jadi Sekjend PBB

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 2744x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2555x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2382x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe