Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ibukota
  3. Polri selidiki penyebab para anggotanya bunuh diri
  • Jumat, 07 Oktober 2016 — 14:12
  • 1431x views

Polri selidiki penyebab para anggotanya bunuh diri

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menginstruksikan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) untuk mencari penyebab beberapa tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh anggota polisi.
Ilustrasi. Kapolri perintahkan penelitian mencari penyebab tindakan bunuh diri anggota polisi. –tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menginstruksikan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) untuk mencari penyebab beberapa tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh anggota polisi.

"Saya sudah minta kepada Kapusdokkes dan Kapuslitbang untuk meneliti kenapa ini (banyak polisi bunuh diri). Apakah ada' benang merahnya'?" kata Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Menurut Tito, di sepanjang tahun 2016, tercatat ada 16 polisi yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Menurut Kapolri, masalah yang dihadapi polisi berbeda-beda mulai dari tekanan kerja, konflik rumah tangga hingga kondisi ekonomi.

Penelitian Kapusdokkes dan Kapuslitbang bertujuan untuk menemukan akar masalah yang menjadikan para polisi melakukan bunuh diri.

"Ada enggak common problem-nya? Atau masalahnya berbeda di tiap kasus? Kalau masalahnya berbeda, ini penyelesaiannya pimpinan agar lebih mendekatkan hubungan (kepada bawahannya) termasuk pembinaan mental. Tapi kalau akar masalahnya adalah kesejahteraan, tentu ini (kesejahteraan) akan kami upayakan untuk ditingkatkan," katanya.

Sebelumnya pada Rabu (5/10), Kapolsek Karangsembung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Ipda Nyariman ditemukan tewas gantung diri di ruang kerjanya.

Sebelum gantung diri, Nyariman diduga pernah menjanjikan putra dari salah seorang anak buahnya dapat dibantu masuk ke Sekolah Calon Bintara Polri. Namun, anak yang dibantunya tersebut gagal sehingga sempat dimusyawarahkan dengan pimpinan Polres Kebumen karena Nyariman diduga menerima uang 'pelicin'. Setelah musyawarah, Nyariman yang kembali ke ruang kerjanya, akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kasus polisi bunuh diri lainnya terjadi pada Senin (3/10) malam. Saat bertandang ke rumah rekannya di Kelurahan Sidurjan, Kabupaten Purworejo, anggota Brimob Polda DIY Bripka Iwan Rudiyanto (35) mengambil senjata api dari dalam tasnya, memainkan senpi tersebut, lalu menembakkannya ke atas sebanyak dua kali dan selanjutnya ia menembak kepalanya sendiri. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Polisi tahan tujuh tersangka calo haji ilegal

Selanjutnya

Agun diperiksa KPK sebagai saksi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe