Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Rusuh Pilkada Puncak Jaya, Forkompimda ke Mulia hari ini
  • Selasa, 04 Juli 2017 — 07:46
  • 1717x views

Rusuh Pilkada Puncak Jaya, Forkompimda ke Mulia hari ini

Distrik Mulia, Ibukota Kabupaten Puncak Jaya - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal berita No. 1 di Tanah Papua,

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi I DPR Papua yang membidangi pemerintahan, hukum dan HAM, Emus Gwijangge menyatakan, ketiga pasangan kandidat kepala daerah di Puncak Jaya (Puja) bertanggungjawab terhadap kerusuhan antar pendukung pasangan calon di wilayah itu sejak Minggu (2/7/2017).

Ia mengatakan, kalau saja pasangan kandidat dapat menenangkan pendukungnya, terjadinya bentrokan tentu dapat diminimalisir.

"Kini ketiga pasangan kandidat di Puncak Jaya harus menenangkan pendukungnya dan duduk bersama mencari solusi," kata Emus via teleponnya, Senin (3/7/2017).

Ia juga mengingatkan pihak lain agar tidak ikut memperkeruh suasana dengan menyebar isu atau mengeluarkan pernyataan yang dapat memanaskan situasi.

"Saya minta aparat keamanan segera bertindak agar tidak terjadi lagi bentrol susulan. Tapi harus mengedepankan pendekatan persuasif dan profesional," ujarnya.

Katanya, dalam situasi seperti ini, peran berbagai pihak, terutama tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala suku, tokoh adat dan para pemangku kepentingan lainnya sangat dibutuhkan. Mereka harus membantu menenangkan masyarakat agar pertikaian tidak berkelanjutan.

"Ini harus dihentikan. Semua pihak punya andil. Jangan sampai masyarakat yang tidak tahu, menjadi korban dan situasi ini dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggungjawab," katanya.

Sementara Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan, ia bersama Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua dan Wakil Gubernur Papua telah menggelar rapat, Senin (3/7/2017) dan memutuskan akan berangkat ke Puncak Jaya, Selasa (4/7/2017).

"Kami akan berangkat ke Puncak Jaya untuk melihat dan mendengar langsung kronologis kejadian di sana. Kami akan berupaya membantu menenangkan masyarakat dan mencari solusi penyelesaian," kata Yunus Wonda.

Ia mengingatkan semua masyarakat Puncak Jaya dimanapun berada, terutama yang berada di kabupaten itu dan tim sukses ketiga pasangan calon agar menahan diri. Tidak terpancing dengan berbagai isu. Apalagi kini belum ada pasangan yang dinyatakan menang secara hukum dalam pilkada Puncak Jaya.

"Semua keputusan ada di Mahkamah Konstitusi (MK). Ketiga pasangan kandidat harus bisa menenangkan pendukungnya dan menahan dri. Jangan karena politik rakyat korban, gereja pecah, keluarga pecah, tatanan adat pecah dan daerah korban," ujarnya.

Menurutnya, masyarakat harus diberi pemahaman dengan baik karena kini proses sedang berlangsung. Sebagai putra daerah Puncak Jaya, Wonda minta semua kandidat dan pendukungnya menahan diri. Memberikan informasi tidak dengan pikiran sendiri dan rekayasa.

"Hari ini tidak ada yang menang dalam pilkada Puncak Jaya. Belum ada putusan MK. MK yang akan putuskan nantinya, tapi apapun hasilnya semua kandidat harus bisa menerima dengan lapang dada. Jangan sampai rakyat korban. Apapun putusan MK itulah pilihan rakyat. Jangan menghasut masyarakat. Hati-hati mengeluarkan pernyataan atau menyebar informasi tak jelas, terutama di media sosial," katanya.

Kapolda perintahkan tembak kaki
Dikutip Kantor Berita Antara, Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar memerintahkan tembak bagian kaki terhadap para perusuh di Mulia karena mereka sudah dikategorikan perusuh.

"Saya sudah perintahkan Kapolres Puncak Jaya untuk bertindak tegas termasuk menembak para perusuh dibagian kaki," kata Kapolda Papua di Jayapura, Senin.

Irjen Boy Rafli mengatakan, aksi yang terjadi di Mulia akibat masyarakat dieksploitasi elite politik sehingga melakukan aksi penyerangan kepada pendukung salah satu pasangan calon.

Karena itu, jajaran Polres Puja sudah diperintahkan untuk bertindak tegas, kata Irjen Pol Boy Rafli seraya menambahkan aparat keamanan sebetulnya mampu mengatasi pertikaian yang terjadi di Mulia namun hingga hari ini masih dalam upaya pencegahan.

Akan tetapi pendukung salah satu pasangan calon terus berupaya menyerang pendukung lainnya mengakibatkan aparat keamanan sudah saatnya bertindak tegas guna menghindari jatuhnya korban.

"Masyarakat juga diminta agar tidak terprovokasi karena yang akan menjadi korban adalah mereka sendiri," kata mantan kadiv Humas Mabes Polri.

Kapolda mengakui, sampai saat ini belum ada yang diamankan karena polisi masih mengumpulkan barang bukti dan bila sudah lengkap maka tetap akan ditangkap.

Kasus di Mulia hampir sama dengan yang terjadi di Yamoneri saat pelaksaan pemungutan suara ulang (PSU) dimana elite politik berupaya membenturkan masyarakat dan itu tidak bisa dibiarkan sehingga pelakunya akan ditangkap, kata Kapolda Papua.

Aksi saling serang dengan menggunakan senjata tradisional seperti panah yang terjadi sejak Minggu menyebabkan sekitar 20 orang terluka, satu diantaranya meninggal dan 15 honai dibakar.

Pilkada di Kabupaten Puncak Jaya diikuti tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yakni no urut 1 paslon Yustus Wonda-Kirenius Telenggen, Hanock Ibo-Rinus Telenggen dan Yuni Wonda-Deinas Geley. (*)

loading...

Sebelumnya

Polisi harus tegakkan aturan, ‘jangan ada dusta di antara kita’

Selanjutnya

Diduga ada aktor intelektual di balik bentrok Nduga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe