Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pengusaha asli Papua terkesan dianaktirikan
  • Selasa, 04 Juli 2017 — 08:58
  • 731x views

Pengusaha asli Papua terkesan dianaktirikan

“Dari pemimpin berganti pemimpin di Kabupaten Merauke, pengusaha Papua tak mendapat perhatian  baik. Wadah organisasi dimaksud, sekaligus sebagai jembatan memperjuangkan nasib mereka,” tegasnya.
Pengusaha asli Papua saat melakukan aksi demonstrasi di Kantor Balai Air Wilayah Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal berita No. 1 di Tanah Papua

Merauke, Jubi - Himpunan Pengusaha Asli Papua Selatan (HIPAPS) yang hadir setahun terakhir, bertujuan agar memperjuangkan pengusaha Papua pada pengerjaan proyek dari APBD maupun APBN. Namun hingga saat ini HIPAPS masih dianaktirikan.

Hal itu disampaikan Ketua HIPAPS, Harry Ndiken kepada Jubi Senin (3/7/2017). “Saya harus jujur mengatakan bahwa selama ini, pengusaha Papua dianaktirikan. Tidak diberikan kesempatan seluas-luasnya mengikuti proses tender pekerjaan,” katanya.

“Dari pemimpin berganti pemimpin di Kabupaten Merauke, pengusaha Papua tak mendapat perhatian  baik. Wadah organisasi dimaksud, sekaligus sebagai jembatan memperjuangkan nasib mereka,” tegasnya.

Selama ini juga, jelas dia, pengusaha Papua hanya diberikan paket proyek di bawah Rp 400 juta.

“Saya ini anak Papua dan sudah mengerjakan paket proyek miliaran rupiah. Kenapa tidak semua pengusaha Papua diberikan kesempatan sama. Kok lebih banyak pekerjaan di atas satu miliar, dikerjakan pengusaha non Papua,” kritiknya.

Hary kembali menjelaskan, dalam tahun 2015, pengusaha Papua di Merauke mendapatkan paket proyek dari APBN senilai Rp 10 miliar. Selanjutnya dibagikan untuk dikerjakan.

“Kalau tahun 2016, tidak ada karena  terjadi pemotongan anggaran. Tahun 2017, ada 13 paket proyek didapatkan dan sedang dikerjakan  pengusaha Papua. Kami berterimakasih karena Kementerian Pekerjaan Umum (PU), merespon dengan baik surat HIPAPS yang dikirim beberapa bulan lalu,” katanya.

Seorang pengusaha Papua, Paulus Samkakai mengaku, dalam beberapa tahun terakhir, dirinya mendapat paket proyek di beberapa tempat.

Setiap proyek yang dikerjakan, jelas Paulus, diselesaikan sampai tuntas. Karena merupakan tanggungjawab yang diberikan. Apalagi, menjadi penilaian juga untuk menangani proyek di tahun mendatang. (*)

Sebelumnya

Pintu pagar SMPN I Merauke dibuka tanpa sepengetahuan pemilik hak ulayat

Selanjutnya

Legislator soroti rumah kumuh dan anak aibon

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe