Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Jika tak mampu pimpin Raja Ampat, silakan mundur
  • Selasa, 04 Juli 2017 — 13:18
  • 762x views

Jika tak mampu pimpin Raja Ampat, silakan mundur

Menurut anggota DPRD Raja Ampat ini, pemilik ulayat dirugikan pemerintah atas tanah ulayatnya. Pasalnya ganti rugi tanah sudah dianggarkan dalam APBD tahun 2016 sebesar Rp 20 miliar.
Sejumlah pemilik ulayat yang menggelar demo di kantor bupati Raja Ampat, Waisai, Senin (3/7/2017) – Jubi/Niko MB 
Niko MB
ness@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal berita No. 1 di Tanah Papua

Waisai, Jubi – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Charles Imbir menyesalkan sikap bupati setempat, Abdul Faris Umlati.

“Kalau tidak mampu memimpin Kabupaten Raja Ampat silakan mundur,” katanya kepada Jubi di Waisai, Raja Ampat, Senin (3/7/2017).

Menurut anggota DPRD Raja Ampat ini, pemilik ulayat dirugikan pemerintah atas tanah ulayatnya. Pasalnya ganti rugi tanah sudah dianggarkan dalam APBD tahun 2016 sebesar Rp 20 miliar.

Ia bahkan mempertanyakan aliran dana sebesar itu, sebab pemilik ulayatnya tak pernah menerima ganti rugi, sedangkan anggarannya sudah ditetapkan dalam APBD. 

“Patut dicurigai dan harus segera ditelusuri ke mana uang itu pergi sampai tidak bisa menyelesaikan hak ulayat masyarakat adat, dan untuk Jalan Lingkar Waigeo dananya berasal dari anggaran APBN,” katanya.

Ia mengatakan, ada kelompok pemerhati pemerintah yang mengangkat isu-isu APBD 2016, sistem tata kelola pemerintahan yang dinilai tak sesuai prosedur dan diindikasi melanggar Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), seperti pergantian SKPD, termasuk dua orang yang sudah meninggal yang diangkat menjadi pimpinan SKPD.

“Kesimpulan kami sudah sangat jelas bahwa Pemerintahan FIRMAN tidak mampu mengelola APBD dan melanggar banyak aturan, serta terindikasi kasus tindak pidana sehingga harus diusut tuntas,” katanya.

Senin siang, sejumlah warga menggelar demo di kantor bupati. Namun bupati Umlati tak berada di tempat. Padahal sudah diberi tahu melalui surat tiga hari sebelumnya.

“Seharusnya bupati mau menyelesaikan persoalan ini, bukan pergi meninggalkan Waisai,” katanya.

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati ketika dikonfirmasi tidak berada di kantor bupati. Nomor ponsel beliau pun tidak bisa dihubungi. (*)

Sebelumnya

Lima warga dapatkan kado dari Kapolres Kaimana

Selanjutnya

FKPM membantu keamanan di Aimas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe