Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Menyalahi aturan masuk SD tes menulis dan membaca
  • Selasa, 04 Juli 2017 — 09:26
  • 1121x views

Menyalahi aturan masuk SD tes menulis dan membaca

"Itu sudah menyalahi aturan, karena anak-anak usia PAUD dan TK semasa mereka sekolah pembelajarannya hanya mengenal angka dan huruf sambil bermain, usia seperti itu belum bisa dibebankan ketika mereka mendaftar untuk masuk ke jenjang pendidikan SD," katanya.
Ilustrasi murid TK - Dok. Jubi.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal berita No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi - Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (Paudni) Kota Jayapura Cliford Korwa mengatakan, Sekolah Dasar (SD) yang mewajibkan calon siswa baru untuk mengikuti sejumlah tes, seperti membaca, berhitung, dan menulis menyalahi aturan Direktorat Pendidikan.

Hal ini dikatakannya kepada Jubi, Senin (3/7/2017) menanggapi beberapa SD, baik negeri maupun swasta di Jayapura yang memberlakukan tes masuk kepada calon siswa baru.

"Itu sudah menyalahi aturan, karena anak-anak usia PAUD dan TK semasa mereka sekolah pembelajarannya hanya mengenal angka dan huruf sambil bermain, usia seperti itu belum bisa dibebankan ketika mereka mendaftar untuk masuk ke jenjang pendidikan SD," katanya.

Cliford Korwa menambahkan, penerapan tes masuk tersebut akan sangat membebankan pihak sekolah PAUD maupun TK, karena kurikulum yang diterapkan di pendidikan usia dini hanya sebatas pengenalan angka dan huruf dan 80 persennya adalah bermain.

"Di tingkatan PAUD dan TK, anak-anak hanya lebih ditekankan pada sosialisasi terhadap sesama dan juga lingkungan dan penerapannya juga dilakukan sambil bermain, selain itu anak usia tersebut tidak boleh dibebankan bisa membaca dan menulis," ujarnya.

Memang diakui bahwa, ada beberapa sekolah yang menerapkan test tersebut untuk mengetahui sudah sejauh mana anak tersebut mengerti dengan angka dan huruf. Namun hal tersebut tidak mesti dilakukan. 

"Proses membaca dan menulis nanti dilalui murid pada kelas 1 hingga kelas 3 SD," katanya.

Febriani Supit, seorang wali murid mengatakan, pemberlakuan tes di sejumlah SD di Kota Jayapura memang sudah lama dilakukan. Apalagi untuk sekolah-sekolah yayasan.

"Memang bagus kalau ada tes seperti itu, namun akan memberikan beban moril kepada anak-anak yang tidak lulus," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

HMPLJ lantik panitia penerimaan mahasiswa baru

Selanjutnya

Mahasiswa Intan Jaya desak pemkab realisasikan biaya pendidikan  

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 11 Mei 2018 WP | 6363x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2461x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2330x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe