Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Menyalahi aturan masuk SD tes menulis dan membaca
  • Selasa, 04 Juli 2017 — 09:26
  • 842x views

Menyalahi aturan masuk SD tes menulis dan membaca

"Itu sudah menyalahi aturan, karena anak-anak usia PAUD dan TK semasa mereka sekolah pembelajarannya hanya mengenal angka dan huruf sambil bermain, usia seperti itu belum bisa dibebankan ketika mereka mendaftar untuk masuk ke jenjang pendidikan SD," katanya.
Ilustrasi murid TK - Dok. Jubi.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal berita No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi - Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (Paudni) Kota Jayapura Cliford Korwa mengatakan, Sekolah Dasar (SD) yang mewajibkan calon siswa baru untuk mengikuti sejumlah tes, seperti membaca, berhitung, dan menulis menyalahi aturan Direktorat Pendidikan.

Hal ini dikatakannya kepada Jubi, Senin (3/7/2017) menanggapi beberapa SD, baik negeri maupun swasta di Jayapura yang memberlakukan tes masuk kepada calon siswa baru.

"Itu sudah menyalahi aturan, karena anak-anak usia PAUD dan TK semasa mereka sekolah pembelajarannya hanya mengenal angka dan huruf sambil bermain, usia seperti itu belum bisa dibebankan ketika mereka mendaftar untuk masuk ke jenjang pendidikan SD," katanya.

Cliford Korwa menambahkan, penerapan tes masuk tersebut akan sangat membebankan pihak sekolah PAUD maupun TK, karena kurikulum yang diterapkan di pendidikan usia dini hanya sebatas pengenalan angka dan huruf dan 80 persennya adalah bermain.

"Di tingkatan PAUD dan TK, anak-anak hanya lebih ditekankan pada sosialisasi terhadap sesama dan juga lingkungan dan penerapannya juga dilakukan sambil bermain, selain itu anak usia tersebut tidak boleh dibebankan bisa membaca dan menulis," ujarnya.

Memang diakui bahwa, ada beberapa sekolah yang menerapkan test tersebut untuk mengetahui sudah sejauh mana anak tersebut mengerti dengan angka dan huruf. Namun hal tersebut tidak mesti dilakukan. 

"Proses membaca dan menulis nanti dilalui murid pada kelas 1 hingga kelas 3 SD," katanya.

Febriani Supit, seorang wali murid mengatakan, pemberlakuan tes di sejumlah SD di Kota Jayapura memang sudah lama dilakukan. Apalagi untuk sekolah-sekolah yayasan.

"Memang bagus kalau ada tes seperti itu, namun akan memberikan beban moril kepada anak-anak yang tidak lulus," katanya. (*)

Sebelumnya

HMPLJ lantik panitia penerimaan mahasiswa baru

Selanjutnya

Mahasiswa Intan Jaya desak pemkab realisasikan biaya pendidikan  

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe