Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Penjual ikan asar bersaing menjaga kepercayaan konsumen
  • Jumat, 07 Oktober 2016 — 18:54
  • 434x views

Penjual ikan asar bersaing menjaga kepercayaan konsumen

Ikan asar yang dijualnya per ekor Rp30 ribu hingga Rp40 ribu untuk ukuran kecil, Rp45 ribu hingga Rp50 ribu untuk ukuran sedang, dan Rp55 ribu hingga Rp60 ribu untuk ukuran besar. Semuanya ikan ekor kuning yang sudah diasar dengan cara tradisional.
Penjual ikan asar di Pasar Youtefa, Jayapura, Kamis (6/5/2016). – Jubi/ Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Penjual Ikan Asar semakin banyak di Pasar Youtefa, baik mama-mama Asli Papua maupun pendatang. Tak heran, mereka pun bersaing ketat mendapatkan pembeli, sehingga makin hari pendapatan makin berkurang. Meski terkadang pendapatan juga tergantung musim ikan dan cuaca di laut.

Mama Helena, 43 tahun, penjual ikan asar di Pasar Youtefa, Jayapura, Papua saat ditemui Jubi Kamis, (6/5/2016) menjelaskan, menjual ikan asar dengan harga berbeda-beda, tergantung ukuran.

“Ikan yang diasar biasanya ikan ekor kuning yang banyak diminati masyarakat, karena rasa dan teksturnya yang lembut dan renyah saat di konsumsi," kata Mama Helena.

Ikan asar yang dijualnya per ekor Rp30 ribu hingga Rp40 ribu untuk ukuran kecil, Rp45 ribu hingga Rp50 ribu untuk ukuran sedang, dan Rp55 ribu hingga Rp60 ribu untuk ukuran besar. Semuanya ikan ekor kuning yang sudah diasar dengan cara tradisional.

"Tektur dan warna kulit biasanya menjadi penentu yang menjadikan daya tarik konsumen untuk membeli, orang Papua sudah tahu mana ikan yang baik dan tidak baik, mulai dari  proses asar hingga siap untuk dijual, jadi kita juga menjualnya harus pintar menjaga kepercayaan konsumen," katanya.

Dalam sehari ia mampu menjual 15-20 ekor ikan asar. Namun ketika banjir dan musim ikan sedikit, ia hanya bisa mendapatkan sedikit ikan untuk dijual sehingga harga pun ikut naik.

Namun ketika banyak ikan, harga mulai turun dari harga sebelumnya. Pendapatan per hari bisa mencapai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung banyaknya pembeli.

Sementara itu, Diana mengaku sering membeli ikan asar untuk dikonsumsi bersama keluarganya. Ikan asar biasa dimasak dan pas dihidangkan dengan kuah kuning untuk dikonsumsi dengan Papeda. (*)

loading...

Sebelumnya

Kaum perempuan diminta tingkatkan usaha ekonomi keluarga

Selanjutnya

Konsumsi LPG nonsubsidi tumbuh 17 persen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6111x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5713x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3800x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe