Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pengadaan 24 mobil DPRD Merauke, bersifat pinjam pakai
  • Rabu, 05 Juli 2017 — 13:25
  • 691x views

Pengadaan 24 mobil DPRD Merauke, bersifat pinjam pakai

Dikatakan, jika sewaktu-waktu yang menghendaki mobil ditarik kembali, tentunya dewan siap mengembalikan. “Ada PP Nomor 18 Tahun 2017, hanya masih dipelajari oleh Panitia  Kerja (Panja). Hasilnya seperti apa, akan diinformasikan lebih lanjut,” katanya.
Mobil dinas untuk DPRD Merauke yang  diparkir di halaman belakang kantor dewan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi - Pengadaan 24 mobil untuk seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Merauke senilai Rp3 miliar,  hanya bersifat pinjam pakai. Tidak untuk milik pribadi. Apalagi masuk dalam inventarisasi sekretariat dewan.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Merauke, Heribertus Silubun kepada Jubi 4/7/2017). Dikatakan, pengadaan mobil jenis avansa tersebut, bertujuan menunjang kinerja dewan, namun tetap menjadi aset pemerintah.

Olehnya, lanjut dia, masyarakat jangan salah menafsirkan terlebih dahulu. “Memang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004, tidak disyaratkan anggota dewan mendapatkan mobil. Hanya untuk pimpinan dewan dan itu kami pahami,” tegasnya.

Dikatakan, jika sewaktu-waktu yang menghendaki mobil ditarik kembali, tentunya dewan siap mengembalikan. “Ada PP Nomor 18 Tahun 2017, hanya masih dipelajari oleh Panitia  Kerja (Panja). Hasilnya seperti apa, akan diinformasikan lebih lanjut,” katanya.

Heribertus mengakui ‘silang pendapat’ kalangan masyarakat, setelah pengadaan mobil dewan itu. “Saya melihat, Merauke terlalu kaku, dibandingkan daerah lain,” tuturnya.

“Bayangkan saja, Kabupaten Boven Digoel yang memiliki APBD rendah dibandingkan Merauke, namun pemerintah di sana membeli mobil bagi anggota dewan,” katanya.

Ditambahkan, permintaan pengadaan mobil dewan, bukan baru sekarang, tetapi sudah dari sepuluh tahun silam dan realisasinya baru saat kepemimpinan Frederikus Gebze sebagai Bupati Merauke.

Salah seorang Intelektual Marind, Harry Ndiken mendesak kepada semua anggota dewan yang telah mendapatkan mobil, sebaiknya mengembalikan kepada pemerintah. Karena tak ada aturan mengamanatkan semua anggota mendapatkan bantuan mobil.

“Ya, kalau dewan masih  punya rasa malu, mobil dikembalikan kepada pemerintah. Itu jauh lebih terhormat dan akan disanjungi rakyat. Jika tidak, otomatis rakyat tak akan tinggal diam,” ujarnya. (*)

Sebelumnya

Akhirnya, Bupati Merauke penuhi undangan DPRD

Selanjutnya

Pemilik hak ulayat ancam ambil kembali tanah dinkes Merauke

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe