Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. BKKBN: keluarga agar terapkan 3 ciri ketahanan keluarga
  • Rabu, 05 Juli 2017 — 13:31
  • 687x views

BKKBN: keluarga agar terapkan 3 ciri ketahanan keluarga

"Hal-hal kecil ini perlu diajarkan kepada anak-anak kita saat mereka masih kecil dan memiliki sifat adaptasi, karena keluarga akan mengalami perkembangan lingkungan mengikuti derap langkah peradaban dinamika pertumbuhan penduduk," katanya.
Ketua Penggerak PKK Provinsi Papua Yulce Enembe membantu petugas menimbang bayi pada acara Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas (PK KB) yang dilakukan di Waena Kampung beberapa waktu lalu - Jubi/ Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Keluarga merupakan landasan utama yang berperan penting menggerakan suatu bangsa. Dari keluargalah karakter penerus bangsa mulai dibentuk. Pembelajaran bermasyarakat dengan lingkungan sosial, mulai dari hal-hal seperti kejujuran, toleransi, kerjasama, gotong royong, dan pengaruh lingkungan hidup juga sangat mempengaruhi pola dan strata kehidupan.

Hal ini dikatakan Kepala BKKBN Provinsi Papua Charles Brabar kepada Jubi di ruang kerjanya, Selasa (4/7/2017) menyikapi hari Keluarga Nasional XXIV 2017 pada 15 Juli 2017.

"Hal-hal kecil ini perlu diajarkan kepada anak-anak kita saat mereka masih kecil dan memiliki sifat adaptasi, karena keluarga akan mengalami perkembangan lingkungan mengikuti derap langkah peradaban dinamika pertumbuhan penduduk," katanya.

Dijelaskan, dengan adanya perubahan lingkungan strategis yang terjadi dengan cepat, maka sering terjadi perubahan dan pergeseran kehidupan keluarga pada dekade yang lalu, belum tentu saat ini bisa diterima terlebih dengan gaya hidup makin modern. 

"Maka program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) merupakan salah satu program dasar untuk Pembangunan kualitas SDM," katanya.

Selain itu, menurut Brabar, sebuah keluarga juga harus mencerminkan bagaimana penerapan tiga pendekatan ciri ketahanan keluarga yang diharapkan Presiden Joko Widodo, yang mana keluarga harus berkumpul, ketahanan keluarga berinteraksi, dan ketahanan keluarga berdaya.

"Keluarga berkumpul itu artinya dilakukan kegiatan berkumpul bersama sebagai keluarga, dengan meluangkan waktu tanpa disibukkan dengan gawai atau alat elektronik lainnya, hal ini dilakukan agar hubungan dalam keluarga tersebut bisa tetap harmonis antara ibu dan bapak, anak dan orangtuannya, begitu pun sebaliknya," katanya.

Di tempat yang sama, pegawai BKKBN Provinsi Papua, Agus Fausi menambahkan, selain itu ketahanan keluarga berinteraksi juga perlu dilakukan, yang mana semua keluarga bisa berkumpul dan bercengkerama serta saling tukar pengalaman dengan komunikasi yang lebih berkualitas.

"Kalau tujuan dari Ketahanan Keluarga Berdaya adalah dari konsep keluarga ketahanan, melalui keluarga berdaya yang mana suatu kegiatan keluarga mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya, untuk membuat diri dan keluarganya tidak bergantung pada pihak lain," jelasnya.

Menurutnya masyarakat berdaya lebih mengandalkan potensi yang ada di dalam dirinya, baik berupa keterampilan, olah pikir, dan pengetahuan sehingga mampu melaksanakan pengasuhan anak yang baik dalam melakukan delapan fungsi keluarga. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

SMA PGRI lakukan pendaftaran online, guru bantu isi aplikasi

Selanjutnya

Buku khas Papua di Ondewerek Cafe and Shop

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe