Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Akomodir OAP, SMAN 4 Kota Jayapura abaikan Kepmen
  • Rabu, 05 Juli 2017 — 18:28
  • 966x views

Akomodir OAP, SMAN 4 Kota Jayapura abaikan Kepmen

“Memang Kepmen tersebut mengatur jumlah kelas di satu sekolah hanya maksimal 36 kelas yang terdiri dari kelas 10, kelas 11, dan kelas 12 masing-masing 12 ruangan, tapi kita di sini sudah 47 kelas,” kata Kepala SMAN 4 Kota Jayapura, Laba Sembiring kepada wartawan, Rabu (5/7/2017).
Aktivitas di ruang laboratorium SMAN 4 Jayapura – Jubi/ Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Untuk mengakomodir anak-anak asli Papua masuk di SMA Negeri 4 Kota Jayapura, pimpinan sekolah terpaksa melakukan tambahan kelas, meskipun hal itu melanggar Keputusan Menteri (Kepmen) Pendidikan dan Kebudayaan No. 18/ 2016 tentang jumlah kelas di satu sekolah.

“Memang Kepmen tersebut mengatur jumlah kelas di satu sekolah hanya maksimal 36 kelas yang terdiri dari kelas 10, kelas 11, dan kelas 12 masing-masing 12 ruangan, tapi kita di sini sudah 47 kelas,” kata Kepala SMAN 4 Kota Jayapura, Laba Sembiring kepada wartawan, Rabu (5/7/2017).

Penyebabnya, kata Sembiring, karena pendaftar di SMAN 4 Kota Jayapura cukup banyak. Baru tiga hari dibuka pendaftaran online sudah mendaftar 525 calon siswa. Padahal yang akan diterima hanya 360 orang.

“Dari zona manapun dia kalau nilainya memenuhi bisa diterima, tapi disarankan lebih baik mendaftar ke sekolah sesuai zona tempat tinggal,” ujarnya.

Ditambahkan, regulasi sesuai ring (zona) di Jayapura sudah dipersempit, sekitar radius 2,5 km. SMAN 4 memiliki radius Jaya Asri, Pemda. Namun pihaknya memberikan perhatian khusus kepada calon siswa OAP (Orang Asli Papua).

“Memang kami tidak membeda-bedakan, tetapi ada skala prioritas yang diterapkan sekolah bagi putra daerah, ini penerapan kebijakan afirmasi yang juga kebijakan pemerintah pusat,” katanya.

Dampaknya, akibat kekurangan lokal, digunakan ruang laboratorium dan aula. Bahkan aula disekat menjadi tiga ruangan. Menurutnya 3-4 tahun ke depan akan dikurangi penerimaan siswa sesuai Kepmen, sehingga fungsi labor dan aula bisa dikembalikan.

Wilpred Pangihutan Siagian, orang tua wali murid mengatakan, kebijakan tersebut memang harus dilakukan di Papua karena akan memberikan kesempatan kepada anak asli Papua untuk menempuh pendidikan di sekolah unggulan, baik di kota maupun Kabupaten Jayapura. (*)

Sebelumnya

Buku khas Papua di Ondewerek Cafe and Shop

Selanjutnya

SMA PGRI Kota Jayapura siap terapkan sekolah 5 hari 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe