Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Antrian pemohon E KTP menumpuk pasca lebaran
  • Kamis, 06 Juli 2017 — 21:20
  • 1560x views

Antrian pemohon E KTP menumpuk pasca lebaran

"Sejak hari pertama kantor dibuka kembali, sudah terjadi penumpukan permintaan KTP-E," kata Kepala Dispendukcapil Kabupaten Tulungagung Justi Taufik di Tulungagung, Kamis.
Ilustrasi. Jubi/Detik.com
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Tulungagung, Jubi - Antrean pemohon KTP elektronik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pascacuti bersama dan libur Lebaran 1438 H menumpuk hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.

"Sejak hari pertama kantor dibuka kembali, sudah terjadi penumpukan permintaan KTP-E," kata Kepala Dispendukcapil Kabupaten Tulungagung Justi Taufik di Tulungagung, Kamis.

Penumpukan pemohon KTP-E semakin parah karena pada hari pertama dan kedua masuk kerja, terjadi gangguan jaringan dengan sistem server pusat.

Akibatnya, durasi pelayanan KTP-E dan administrasi kependudukan lain pada Senin dan Selasa (3-4/7) dibatasi menjadi sekitar dua jam.

Warga yang sudah terlanjur antre harus datang kembali keesokan harinya.

"Volume permintaan KTP-E dalam sehari pascalebaran ini bisa mencapai 600 orang lebih. Jumlah itu jauh di atas rata-rata permintaan pada hari biasa yang berkisar 300-an orang," kata Justi.

Seorang warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Kiki Fatmawati ikut antre pada hari pertama ASN masuk kerja,a Senin (3/7).

Namun karena datang di atas pukul 10.00 WIB, dia harus kembali mengantre pada 4 Juli Kiki berharap pemerintah kabupaten memberikan solusi agar warga tidak mengantre terlalu lama.

"Mungkin bisa ada solusi, jadi warga yang rumahnya jauh tidak harus mengurus di Kantor Dispendukcapil," katanya.

Berdasarkan data Dispendukcapil, hingga saat ini penduduk Kabupaten Tulungagung berjumlah 1,095 orang, dan yang wajib memiliki KTPk 835 ribu warga.

Dari jumlah itu, yang sudah melakukan perekaman sekitar 823,5 ribu sedangkan sisanya belum melakukan perekaman data sekitar 11.500 penduduk.

Sejak Oktober 2016 hingga sekarang, Dispendukcapil sudah mengeluarkan 40 ribu surat keterangan (suket), yang masih dalam proses penunggalan sekitar sekitar 12.500 data, dan yang siap cetak sekitar 9.500. (*)
 


 

loading...

#

Sebelumnya

SKPD diwajibkan melakukan pencermatan atas Program

Selanjutnya

Penduduk pindahan di Jawa Tengah bertambah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2804x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2583x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1493x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1283x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe