Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator: Rekrutmen MRP di Meepago didominasi suku tertentu
  • Jumat, 07 Juli 2017 — 13:01
  • 1204x views

Legislator: Rekrutmen MRP di Meepago didominasi suku tertentu

Ia mengatakan, MRP merupakan lembaga kultur untuk memproteksi kepentingan orang asli Papua, adat, agama dan perempuan. Namun dalam rekrutmen di wilayah adat Meepago, khususnya Kabupaten Intan Jaya, Paniai, dan Mimika didominasi suku tertentu.
Ilustrasi Kantor MRP - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
Editor : Dominggus Mampioper
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari daerah pemilihan kabupaten di wilayah adat Meepago, Maria Duwitau mengkritik kinerja panitia pemilihan (panpel) anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) kabupaten di wilayah itu lantaran calon anggota MRP dari wilayah adat tersebut didominasi suku tertentu.

Ia mengatakan, MRP merupakan lembaga kultur untuk memproteksi kepentingan orang asli Papua, adat, agama dan perempuan. Namun dalam rekrutmen di wilayah adat Meepago, khususnya Kabupaten Intan Jaya, Paniai, dan Mimika didominasi suku tertentu.

"Misalnya di Mimika, di sana memang ada beberapa suku, tapi suku asli Mimika itu Amungme dan Kamoro. Mereka tidak memiliki keterwakilan. Begitu juga suku Moni dari Intan Jaya, tak ada keterwakilan. Tidak diakomodir sama sekali," katanya, Kamis (6/7/2017).

Ia mempertanyakan kinerja panitia pemilihan (panpil) kabupaten dalam melakukan seleksi, lantaran ada calon masa berlaku kartu indentitas kependudukan telah berakhir dan ada yang nama serta marganya di ijazah berbeda dengan nama dan marga di KTP.

"Kenapa bisa lolos verifikasi. Saya sayangkan keterwakilan suku dalam lembaga kultur tidak adil. Untuk keterwakilan perempuan tidak masalah. Tapi keterwakilan agama dan adat didominasi suku tertentu. Inikan tidak benar," ujarnya.

Ia berharap, Gubernur Papua, Lukas Enembe dan pihak terkait lainnya mempertimbangkan hal ini. Katanya, di wilayah adat Meepago, tidak hanya satu suku, tapi ada beberapa suku.

"Saya harap ada pertimbangan dari gubernur. Jangan ini hanya kepentingan seseorang. Perlu dipertimbangakn dengan baik," katanya.

Terpisah, salah satu anak adat suku Moni dari Intan Jaya, Harun Agimbau mengatakan, wajar jika legislator dari daerah pemilihan itu bersuara terkait rekrutmen calon anggota MRP yang dinilainnya tidak adil.

"Ya itu sudah tupoksi anggota DPRP dari wilayah pemilihan Intan Jaya, Paniai, Nabire, Mimika, Deiyai dan Dogiayi. Berarti dia menilai ada hal yang tidak menguntungkan masyarakatnya," kata Harun Agimbau kepada Jubi. (*)

loading...

Sebelumnya

Tuntut dua rekannya dibebaskan, ratusan aktivis KNPB Nabire ditangkap

Selanjutnya

Kadinkes Merauke disebut "cuci tangan" dalam kasus diare

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe